Loading lama saat mengakses website? Ini dia solusinya

386
Sumber gambar : https://www.noos.co.id

Websitenya udah keren, canggih, ditambah lagi fitur-fiturnya yang keren abis. Tapi gaes meskipun website tersebut menarik dari segi visual tapi pas kita akses bikin smartphone kamu lemot, kalau gitu sih siap-siap aja untuk close-tab sebelum transaksi barang.

Gak sedikit e-commerce yang mengalami kerugian akibat loading website yang lama, calon pembeli bisa kabur duluan kalau situs e-commerce kamu membutuhkan waktu lebih dari tiga detik untuk loading page. Kerugian bisa aja terjadi gaes, coba bayangin aja yang kabur dari website itu calon pelanggan yang potensial. Gawat gaes.

Nah, yang harus kamu lakukan adalah mengoptimalisasi untuk meningkatkan user experience dalam mengakses sebuah situs, terutama buat kamu yang bergerak dibidang bisnis jual beli. Solusinya ada di Dewaweb yang bekerja sama dengan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, LiteSpeed Technologies, untuk meningkatkan layanan hosting cloud.

Dewaweb memgumumkan telah melakukan upgrade besar-besaran untuk percepatan waktu loading. Mereka menerapkan teknologi canggih ke seluruh server mereka. Di antaranya  LiteSpeed ​​Cache, HTTP/2, QUIC, Brotli Compression, dan Redis cache untuk database.

Ada juga nih gaes, teknologi yang serupa yang digunakan oleh twitter dan snapchat. Terknologi ini diterapkan oleh sejumlah perusahaan internasional. LiteSpeed ​​Cache adalah teknologi caching canggih untuk WordPress dan sistem manajemen konten (CMS) yang dapat mengurangi waktu loading.

QUIC dikembangkan Google sebagai protokol UDP low-latency yang biasanya digunakan untuk game, streaming media, dan percepatan loading. Sedangkan, Redis merupakan  database object caching dalam memori canggih yang telah digunakan oleh Twitter, SnapChat, Pinterest, dan perusahaan-perusahaan web teratas.

Dalam kata lain nih gaes, kini teknologi yang sama dengan pembisnis global dunia bisa dinikmati oleh seluruh pemilik bisnis di Indonesia.

SHARE

Tinggalkan Komentar