Luhut Luncurkan Sistem Prakiraan Kemaritiman

1213
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan (google images)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meluncurkan sistem prakiraan kemaritiman, “BMKG-Ocean Forecast System” (OFS) yang bermanfaat untuk berbagai informasi yang mendukung aktivitas kelautan.

“Kita menyadari bahwa sebagai negara maritim dengan dua per tiga luas wilayah Indonesia merupakan lautan, informasi cuaca laut sangat dibutuhkan di Indonesia,” kata Luhut di Jakarta, Jumat.

Peluncuran tersebut berlangsung di Ruang Operasional Meteorologi (Ruang Meteorology Early Warning System) Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) didampingi para Pejabat Eselon I Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Dia menjelaskan, layanan informasi OFS dibutuhkan oleh berbagai sektor untuk mendukung beragam aktivitas di laut. Antara lain sektor transportasi, pertambangan, perikanan, tambak garam, SAR, mitigasi bencana, konservasi (kesehatan terumbu karang) hingga mendukung kebutuhan riset di Indonesia.

Luhut juga sangat mengapresiasi kerja keras tim dari BMKG yang telah berhasil membangun sistem peringatan dini cuaca, iklim, gempa bumi dan tsunami.

“BMKG merupakan institusi yang berkelas dunia karena memiliki teknologi yang canggih utnuk melakukan pengamatan dan penyampaian informasi peringatan dini cuaca, iklim dan tsunami,” katanya.

Teknologi pengamatan cuaca dan iklim tersebut sangat bermanfaat bagi pemerintah untuk pengambilan keputusan saat kondisi cuaca dan iklim yang berpengaruh pada massa tanam, panen, dan saat adanya fenomena el-nino dan la-nina yang mempengaruhi berbagi sektor.

Menurutnya, BMKG memiliki kecanggihan yang luar biasa karena dapat memberikan peringatan dini tsunami dalam waktu lima menit setelah terjadi gempa serta mampu melakukan pendeteksian uji coba ledakan nuklir, seperti yang terjadi korea Utara tahun lalu.

Tidak hanya itu, BMKG pun dinilai sangat bergengsi karena memilki Sekolah yang dinamakan Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) yang mahasiswanya berasal dari luar negeri, seperti Timor Timur, Papua Nugini, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Untuk OFS yang baru saja dilaunching, Luhut juga menyampaikan Kekayaannya karena melalui OFS yang merupakan salah satu inovasi sistem prakiraan maritime yang tersedia dapat memberikan informasi cuaca laut hingga tujuh hari ke depan.

Kepala BMKG Andi Eka Sakya mengatakan bahwa BMKG saat ini menghadapi tantangan untuk memberikan informasi yang cepat, tepat, tanggap, dan akurat, termasuk untuk menjawab tantangan di bidang maritim dengan beragam kebutuhan informasi dari berbagai sektor.

Untuk itu, BMKG sejak 2016 mulai mengembangkan produk informasi maritim Ocean Forecast System (OFS) sebagai wujud dalam upaya menjawab kebutuhan masyarakat.

“Informasi OFS ini merupakan bagian dari Meteorology Early Warning System (MEWS) dan menjadi satu kesatuan produk informasi prakiraan cuaca BMKG. Tidak hanya informasi prakiraan gelombang, melalui OFS masyarakat dapat memperoleh informasi arus, suhu, salinitas per lapisan kedalaman dan informasi trajectory yang dapat dimanfaatkan untuk monitoring tumpahan minyak di laut serta mendukung operasional SAR,” kata Andi. (Antara)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here