Malam mujarat 212 Berharap Indonesia Bisa Lebih Baik

193
sumber gambar: http://cdn.metrotvnews.com

Imam Besar front pembela islam Habib Rizieq syihab mengharapkan keselamatan agama, bangsa dan negara pada acara puncak malam mujarat 212 lewat televideo dari mekah, kamis(21/2) malam, Habib Rizieq pun bermunajar lewat Ttirof yang diikuti para jamaah di Lapangan monumen Nasional, jakarta. Doa khidmat mengambar kondisi Indonesia saat ini dengan anomali politiknya.

 Acara malam mujarat 212 diikuti umat islam dari sejumlah wilayah di jabotabek hingga Bandung, mereka mengaku melakukan doa bersama atau bermujarat kepada allah SWT berharap indonesia bisa lebih baik  ke depanya.”Cinta sama allah, buat munajat”, kata Fauziah.

Dia mengaku datang sebdirian dari Lenteng Agung, pasar minggu, Jakarta selatan. Namun di lokasi, dia telah berjanji dengan teman-temannya untuk mengikuti acara lewat mujarat malam ini bangsa Indonesia bisa memiliki pemimpin yang membela agama Dia juga mengaku tidak mempersolkan jika malam mujarat 212 dipolitisasi demi kepentingan politik. “Bela Agama Allah,” kata fauziah.

  Peserta lain. Ahmad nur falah mengaktakan kedatnganya dari Bandung ke monas untuk berdoa dan terhadap berkah dalam acara bertaju “mengetuk langit”. Acara malam mujarat 212 ini juga dihindari Tidak soeharto, putri presiden ke 2 RI soeharto. Titik menyapa para peserta mujarat 212 yang sudah hampir di kawasan monas. Terdengar sesekali teriakan prabowo presiden. “Prabowo… prabowo… prabowo….,”teriak sejumlah ibu suraya mengancungkan salam 2 jari.

Ketua MPR RI sekaligus ketua umum partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan tampak menghadiri acara. Tak lama setelah Zulkifli masuk kearea panggung, wakil ketua MPR RI sekaligus wakil ketua majelis syura partai keadilan sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid disusul ketua Dewan kehormatan partai Amanat Nasional (PAN) Amien rais, wakil ketua DPR Fadil zon dan fahri Humzah, neno warisman dan sekjen forum ulama Indonesia (FUI) muhamad AL-khaththarth.

“Pemilu akan menentukan masa depan bangsa. Nasib kita, pemilu jangan dipengaruhi sembako, transport,” ucap Zulkifli Hasan dalam sambutanya.

Sedangkan fahri Humzah menyinggung kondisi Indonesia tak menentu kerena banyak orang-orang munafik dengan mengutif hadist Nabi Muhamaad bahwa tanda orang munafik itu jika berbicara dusta, jika berjanji ingkar dan jika diberi amanat berkehianta. Malam mujarat 212 tersebut juga diisi oleh ceramah sejumlah tokoh agama, puisi oleh Neno wasian. Malam mujarat 212 diinspirasi oleh Gerakan Nasional pengawal fatwa (gnpf) ulama, MUI DKI Jakarta dan persaudaran Alumni 212. (

SHARE

Tinggalkan Komentar