Manggis Bogor Diekspor ke Cina

458
https://www.google.com

Bupati Bogor Ade Yasin pada Rabu pagi (27/02) memberangkatkan kontainer berisi manggis dari petani Bogor untuk diekspor ke beberapa negara, salah satunya RRC atau Cina. Hal itu pun sekaligus menambah kebahagiaan para petani manggis yang selama ini menjual hasil panennya melalui tengkulak. Namun sekarang mereka menjual melalui usaha eksportir PT Mahkota Manggis Sehati di Desa Cibungbulang, kabupaten Bogor.

Ade Yasin mengatakan, para petani yang berasal dari kecamatan Sukamakmur, Leuwiliang, Leuwisadeng, Jasinga, Nanggung, Cibungbulang, Klapanunggal dan Cigudeg kini bisa menjual menggis dengan harga beragam dengan yang tertinggi mencapai 14 ribu rupiah. “Sebelumnya kepada para tengkulak mereka hanya bisa menjualnya sebesar Rp.2.500 per kilogram,” kata Ade Yasin kepada wartawan, kemarin.

Dengan adanya ekspor manggis, Ade Yasin mengaku bangga karena petani manggis telah menunjukkan kemampuannya hingga membawa nama harum Bumi Tegar Beriman ke dunia internasional. “Selama 5 tahun lebih pintu ekspor ke RRC tertutup dan kini pintu tersebut sudah dibuka oleh PT Mahkota Manggis Sehati, ini contoh keberhasilan para petani manggis asal Cibungbulang,” kata Ade Yasin.

Menurutnya, ekspor buah manggis ini harus terus dilanjutkan dengan ekspor buah atau komoditi pertanian lainnya. “Ekspor buah manggis yang dilakukan oleh petani Sehati ini menjadi cambuk untuk mengekpor buah lainnya seperti campedak, duren maupun komoditi pertanian atau perkebunan lainnya,” sambungnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikulkura dan perkebunan kabupaten Bogor Siti Nuriyanti menuturkan, tahun ini 1.000 ton buah manggis diekspor ke RRC. Buah tersebut didapat dari 16 gabungan kelompok petani di 39 perkebunan dengan total luas 528 hektare. “Sekarang kita memangkas tataniaga jika dulu harga buah manggis dibeli tengkulak dari tangan petani Rp.2.500 per kilogram sekarang dengan pemilihan atau pemisahan kualitas petani bisa jauh lebih untung dimana untuk buah manggis grade A bisa dijual 14 ribu per kilogramnya,” tutur Nuriyanti.

Direktur Utama PT Mahkota Manggis Sehati Ishak menjelaskan, dulunya dirinya adalah tengkulak. Seiring kemajuan bisnis, dirinya pun membentuk perusahaan eksportir. “Dulu saya tengkulak dan tidak langsung mengekspor buah ini ke RRC tetapi melewati negara kedua yaitu Thailand, sekarang dengan bantuan Pemkab Bogor kita bisa langsung ekspor ke RRC,” jelas Ishak.

Dia melanjutkan perusahaanya tahun ini mendapatkan kontrak mengeskpor buah manggis sebanyak 500 kontainer dimana setiap kontainer berisi buah manggis sebanyak 18-20 ton. “Kontrak untuk ekspor buah manggis grade A ke RRC 500 kontainer dan itu belum ditambah jika ada permintaan ekspor untuk buah manggis grade B ataupun C. Jika buah manggis grade A kita jual 32 ribu per kilogram, grade B dan grade C kura jual 20 ribu dan 10 ribu per kilogramnya,” pungkasnya.

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 28 Februari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar