Marak PKL, Satpol PP Gerah

202
sumber gambar: https://bogor.net

MENJAMURNYA pedagang kaki lima (PKL) pada beberapa titik di kota Bogor, membuat gerah satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Alhasil, Pasukan penegak perda telah menyiapkan langkah strategis untuk menangani permasalahan tersebut.

Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Dalops) Satpol PP Dimas Tiko mengatakan, pada 2019 ini permasalahan PKL, menjadi di skala prioritas dan akan dilakukan penertiban.

“Kami sudah komunikasi baik dengan stakeholder, warga maupun pedagang, karena ini memang program kerja di 2019 maka kita akan carikan solusi terbaik, artinya bukan hanya program berjalan tetapi ada juga sedikit perubahan,”katanya. Sambil sosialisasi berjalan, upaya penetapan hingga pedagang pun dilakukan.

Karena fokus penertiban dan penataan saat ini dimulai dari Simpang Yasmin Sektor III hingga sektor VI di sisi kiri meenuju arah semplak. Artinya ada titik-titik lokasi yang memang harus di kosongkan dan titik-titik yang sementara bisa dimanfaatkan pedagang. Karena melihat kondisi di lapangan bisa dibagi beberapa sesi.

“kita membagi sesi mana dulu yang menjadi satu capaian yang bisa kita kembalikan fungsinya secara maksimal dan mana yang memang untuk sementara PKL yang banyak itu,” jelasnya.

Ia meyakini bahwa program akan berjalan aman, baik, kondusif dan tanpa ada hambatan. “Mudah-mudahan dengan pola komunikasi yang baik semua saling paham,” paparnya.

Meski demkian, Dimas masih belum mengetahui kapan pelaksanaan dilakukan. Sebab saat ini proses tahapan masih terus dimatangkan.  Termasuk data jumlah pedaagang yang saat ini masih dalam penghitungan. Sebab yang melakukannya adalah Dinas Koperasi dan UMKM dan aparatur wilayah.

“Secara spesifik akan dilakukan oleh wilayah dan Dinas koperasi dan UMKM, karena khawatir jumlah pedagang malam dan siang berbeda, makanya kita butuh yang valid, termasuk data pedagang yang merupakan warga sekitar,” pungkasnya

Bogor | Jurnal Bogor

 

SHARE

Tinggalkan Komentar