MENLU : Negara Islam Bersatu Hadapi Tantangan Umat

827
Sumber Gambar : http://kabar.news

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan dengan Raja Jordania
Abdulah II Bin Al-Hussein, mengatakan bahwa negara-negara Islam harus
bersatu dalam menghadapi tantangan umatnya.

“Berbagai tantangan yang dihadapi umat Islam saat ini memerlukan
negara-negara Islam untuk bersatu dan bekerja sama dalam mengatasinya,”
kata Menlu Retno Marsudi, seperti disampaikan dalam keterangan pers dari
Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menlu RI melakukan kunjugan kehormatan kepada Raja Jordania Abdulah II Bin
Al-Hussein di Istana Al-Husseiniyah, Amman pada Rabu (4/10).

Menlu RI dan Raja Jordania membahas banyaknya tantangan yang dihadapi umat
Islam yang membutuhkan kerja sama kuat antara negara-negara Islam. Untuk
itu, menurut Menlu Retno, toleransi dan saling pengertian dibutuhkan dalam
berinteraksi antar-negara.

“Kenyataan saat ini banyak waktu dihabiskan untuk membahas penyelesaian
berbagai konflik diantara negara Islam,” tutur Menlu RI.

Dalam pertemuan itu, Menlu RI menyampaikan undangan Presiden RI kepada
Raja Abdullah untuk hadir sebagai pembicara utama di “Bali Democracy
Forum” (BDF) di Bali pada 7-8 Desember 2017. Undangan tersebut diberikan
kepada Raja Jordania mengingat perannya dalam memajukan pluralisme,
toleransi dan demokrasi.

“Jordania telah menjadi contoh di kawasan sebagai negara yang menjunjung
tinggi toleransi, pluralisme dan demokrasi,” ujar Menlu Retno.

Selain itu, Menlu RI dan Raja Jordania juga memberi perhatian terhadap
tantangan dari terorisme dan radikalisme. Beberapa kekhawatiran yang
dibahas Menlu RI dan Raja Jordania terkait “foreign terrorist fighters”
(FTF) dan perkembangan regionalisasi kelompok terorisme, seperti di
Marawi.

Dalam kaitan ini Raja Yordania menyambut baik komitmen dan langkah
Indonesia dalam upaya menanggulangi terorisme.

Lebih lanjut, Raja Abdullah II menyampaikan kesiapan Jordania untuk
melakukan kerja sama, khususnya terkait tukar informasi dan intelijen,
program de-radikalisasi dan peningkatan kapasitas aparat penegak hukum.

Terkait hal itu, Menlu RI mengharapan agar nota kesepahaman kerja sama
dalam menanggulangi terorisme dan redikalisme antara Indonesia dan
Jordania dapat segera diselesaikan.

“Terorisme dan radikalisme merupakan tantangan nyata dan hanya dapat
dihadapi dengan kerja sama yang efektif baik di tingkat bilateral,
regional maupun internasional,” ucap Menlu Retno.

SHARE

Tinggalkan Komentar