Narkoba Jenis Baru Beredar

325
sumber gambar: https://i.ytimg.com

Mayarakat mesti waspada dengan peredaran narkoba jenis baru menyerupai ekstasi. Narkoba ini diungkap jajaran aparat Polda Metro Jaya yang membongkar sindikat peredara narkoba jaringan Malaysia-Pontianak-Jakarta dengan barang bukti sebanyak 9 ribu butir.

Namun yang membahayakan, narkoba ini memberikan efek bagi penggunanya untuk bunuh diri. Para pengguna juga jadi sulit bicara, paranoid, mual dan ingin muntah. Meski ada efek mmebuat pengguna bahagia dan tenang, tai efek buruknya ebih banyak.

“Jadi lebih banyak efek buruknya dari metoksetamina itu,” kata anggota Pusat Laboratorium Forensik Polri, Ajun Komisaris Besar Polisi Jaswanto, di Mapolsa Metro Jaya, Seniin (25/2).

Dia menambahkan narkoba jenis baru ini sekilas memang mirip ekstasi. Warnanya cokelat muda kemudian berlambang diamond. “Dian kandungannya da tiga.

Pertama Metaxethamine (Meoksetamina) yang memang masuk narkotika golongan satu. Ada juga kandungan kafein dan ketamin. Jadi kandungannya MXE, Kafein dan Ketamin,” katanya.

Dalam kasus ini, polisi sendiir telah menciduk dua orang yakni SS dan ST. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menambhakan hingga kini pihaknya masih memburu dua pelaku yang buron.

“Setelah kedua tersangka ini kita bawa ke Polsa, lalu kita introgasi. Tersangka ini mendapat dari DPO R. DPO ini ada di Pontianak. Masih kita cek dan kita buru. Kemudian juga kita mendapatkan bahwa ada bukti transfer ke Malaysia. Inisial N. Jadi ini masih kita dalami,” ucap Argo.

“Kita temukan narkotika jenis baru mengandung Mexathomine (MXE) sebanyak 9 ribu butir,” ujarnya.

Narkotika jenis baru ini sendiri ditemukan di apartemen SS di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat. Kedua pelaku diciduk belum lama ini dlokasi berbeda di wilayah Jakarta.

Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, narkotika jenis baru ini awalnya dikira kedua pelaku merupakan ekstasi. Tapi, barang haram dikembalikan ke dua pelaku karena pembeli tahu kalau barang yang mereka terima bukanlah ekstasi pada umumnya.

“Kita kirim ke Labfor dan memang benar kandungan ini beda dengan sktasi,” kata Calvijn.

Atas perbuatannya itu, kini kedua pelaku harus meringkuk dibalik jeruji besi. Mereka dikenakan Pasal 114 Ayat 2 Subsider Pasal 112 Ayat 2 Juncto Pasal 132 Ayat 1 Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (Asep Saepudin Sayyve)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 26 Februari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar