Overprotektif Jadi Anak tak Percaya Diri

345
sumber gambar: https://www.ibupedia.com

Pola asuh orangtua cukup berpengaruh terhadap anak. Tumbuh kembang anak bisa menjadi orang yang tak percaya diri, tak memiliki inisiatif, dan penakut kala orangtuanya overportektif.

Menurut dokter spesialis anak dari Kemang Medical Care (KMC), dr Alinda Rubiati SpA (K), kata-kata negatif sering muncul dalam pola asuh overprotektif.

Sebentar-sebentar orangtua mengatakan, “jangan”, “tidak boleh”, atau “hati-hati”

“Ini membuat anak tidak mempunyai rasa percaya diri, takut melakukan sesuatu, sampai bicara pun hati-hati,” ujarnya bau-baru ini.

Alinda menyarankan agar orangtua mengganti kata-kata negatif yang biasa dilontarkannya. Ketika anak memainkan sesuatu yang dilarang, sebaiknya tak perlu buru-buru melarangnya.

Menurut Alinda, sebainya orangtua mencoba mengalihkan perhatian anak terlebih dahulu. Tarik anak tanpa harus membuatnya merasa ditarik.

Orangtua harus menyadari bahwa anak tidak bisa langsung diberi tahu permainanya berbahaya. Ketika dilarang, anak justru akan cenderung melakukan kebalikan dari perintah yang ditujukan kepadanya karena penasaran.

Sebalinya, coba bujuk anak dengan mengalikhkan perhatiannya dari apa yang sedang dimainkan. “Yuk kesana, kita lihat ke sana,” ujar Arlinda memberi contoh cara mengalihkan perhatian anak.

Arlinda menyarankan agar orang tua mengubah pola komunikasinya dengan si kecil. Ayah dan Ibu bisa mencoba menyampaikan tegurannya lewat cerita sarat makna, misalnya dengan menceritakan pengalaman anak lain yang terkena luka bakar karena main api.

“Cara itu lebih baik dibandinkan harus mengatakan langsung pada anak untuk tak main api supaya tak mengalami luka bakar,” ungkap Arlinda. (Asep Saepduin Sayyev)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 14 Maret 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar