Pabrik Sabu Beroperasi Di Atas Pohon

264
sumber gambar: https://hellosehat.com

BOGOR- Di atas ketinggian pohon tua yang tumbuh di kalangan rumahnya, J (40) membangun pabrik narkoba. Selama empat bulan belakangan, waarga kampung Cihideung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor itu memproduksi sabu untuk diedarkan di sekitar Jabodatabek.

 Aksi J memproduksi sabu di rumah pohon tersebut ahirnya terendus  jajaran satuan Narkoba polres Bogor. Belum lama ini (24/1), petugas membentuk J di laboratium mininya itu. Dalam kesempatan itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya; sabu seberat 1,5 Kilogram; tujuh bungkus paket pelastik sabu dengan berat bruton 9,3 gram; tiga bungkus plastik hasil produksi sabu berat 267 gram; dua buah tabung ukur kimia; satu buah kompor pelastik; satu botol cuka; serta tiga botol zat kimia (jenisnya masih diproses lab).

 Kepada Redar Bogor, kalpores Bogor, AKBP Andi M.Dicy mengatkan, pelaku tidak memproduksi sabu secara utuh. Selama ini, sambung dicky, J hanya mengoplos sabu dengan bahan kimia lain untuk melipatgandakan kuantitasnya.

 “Sabu aslinya (barang bukti, red) beratnya satu kilogram. tapi diracik ulang oleh tersangka,”ujar Dicky. Di tempat yang sama, kasat resersi Narkoba polres Bogor, AKP Andri Alamsyah menambahkan, aksi J mengoplos sabu untuk mengambil keuntungan lebih banyak. Di pasarkan, sabu oplosan hasil produksi memang di jual lebih murah dari biasanya.

 Andri mengatakan, J membandrol Rp.800 ribu untuk satiap satu gram sabu oplosanya. Sedangkan pada umumnya, sambung Andri, sabu di jual dengan kisaran harga Rp 1,2 juta sampai Rp.1,5 juta setiap gramnya.” Kalau dari kualitasnya jadi turun,”tambah Andri.

 Hingga kini, satuan narkorba polres Bogor masih melakukan pendalaman terkait zat kimia apa saja yang digunakan J dalam mengoplos sabu. Terkait pasokan sabu yang asli, imbun Andri, pelaku mendapatkannya dari jaringan sumatra. “pemasokan dari wilayah sumatra, sedangkan hasil sabu oplosan ini disebarkan di wilayah Jambotabek,”kata Andri.

 Setelah penangkapan J, Andri dan jajaranya telah melakukan pembangunan terhadap kasus ini. Alhasil, andri kembali melakukan penegapan dengan tersangka Y (42), pada Rabu (6/2) sekitar pukul 02.30 wib di Gren Depok City anggrek 2 kota depok. “dilokasi tersebut ditemukan satu bungkus plastik bening ukuran satu kilogram yang berisi kristal sabu, Barang bukti disimpan di kloset kamar mandi kontrakannya,”bebernya.

 Tak sampai disitu, Polsek Bogor juga menangkap UA (43) pada 9 Febuari pukul 03.30 WIB di sebuah kontrakan berlokasi di gang Anggrek, kecamatan Bojonggede. Barang bukti yang di dpat dari tangan UA berupa 21 bungkus sabu seberat 246 gram yang disembunyikan diatas genting.

 “Pada tersangka terancam dijerat pasal 113 (2), 114(2),112(2) undang-undang Republik Indonesia no.35 tahun 2009, tentang narkotika. Sedangkan, acaman hukum maksimal 25 tahun, dan hukuman maksimal penjara seumur hidup atau hukum mati,” tukasnya. (fik/d)

Sumber: Koran Radar Bogor, edisi 15 Februari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar