Pelajar Dari Bogor dan Depok Terjaring Polisi

189
sumber gambar: http://koransn.com

Sebanyak 76 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari Kota Bogor dan Kota Depok diamankan petugas Kepolisian Sektor Dramaga. Terjaringnya para siswa dari berbagai Sekolah ini, lantaran para siswa disinyalir akan melakukan aksi tawuran dengan sekolah lain di Leuwiliang, Kecamatan Lewiliang, Sabtu (26/01).

“Mereka bergerombol diamankan oleh anggota Reskrim dan Patroli. Mereka hendak mengarah ke seputaran Terminal Lewiliang. Mereka berasal dari Sekolah Kota Bogor dan luar Kota Bogor (Depok) disinyalir akan melakukan tawura karna belum lama ini telah terjadi tawuran di jalan lewiliang yang berujung maut, “Kata Kapolsek Dramaga Akp Bdi Santoso, kepada Jurnal Bogor, baru-baru ini.

Dari hasil pemeriksaan petugas tidak menemukan senjata tajam (sajam), namun untuk memberikan efek jera terhadap mereka Anggota Polsek Dramaga mencukur sebagian rambt para siswa tersebut, “Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan sajam. karna saaat itu diduga sajam dibawa temen mereka yang membawa motor dan itu kabur. Namun mereka rambutnya kita cukur sebagian karena tidak mencontohkan seorangpekajar rambut gondrong kaya preman pasar,” kata Budi.

Sementara itu Satgas Pelajaran Kota Bogor Arif Muklis mengatakan pihaknya kecolongan, musibahna hari Sabtu kegiatanbelajar mengajar libur.”Kecolongan mereka si ngakunya cuma main tetapi tetap akan kita laporkan ke pihak sekolah karna har sabtu itu libur,” pungkasnya.

Sementara untuk mengantisipasi terus terjadinga tawuran di wilayahKabupaten Bogor, Bupati Bogor, Ade Yasin akan menerapkan system belajar ekstra dengan cara menambah jam pelajaran rohani di setiap sekola. Tanpa harus menutup sekolah jika terbukti siswanya terlibat tawuran.”Akan ada tambahan jam belajar empat jam belajar agama untk memaksimalkan waktu yang baik, dan buan sekolahnya yang ditutupi tapi pembinaan di sekolah dan di ruma yang diterapkan oleh pihak orang tua seharusnya,” kata Ade Yasin.

CR-JB 4 

SHARE

Tinggalkan Komentar