Pelaku Duel Maut Ditangkap

216
sumber gambar: https://1.bp.blogspot.com

Pelaku duel maut yang mengakibatkan MR alias B, seorang anak berusia 13 tahunan, berhasil ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort Bogor, di rumahnya yang berlokasi di Kawasan Ciampea.

“Pelaku yang kita amankan berinisial AH, usianya masih 17 tahun, sebeum ditangkap AH mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Leuwiliang, lantaran menderita luka terkena sabetan benda tajam pada bagian lengannya,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Bogor, Ajun Komisari Polisi (AKP) Benny Cahyadi, kepada wartawan, Senin, (18/03).

AKP Benny menerangkan, duel yang mengakibatkan MR meregang nyawa itu dipicu atau dilatar belakangi saling ejek diantara keduanya di media sosial. Diduga emosi, keduanya pun janjian untuk meangsungkan duel. 

“Keterangan dari pelaku AH, duel itu berawal dari saling ejek di media sosial, kemudian Jumat (15/3) keudnya bertem di salah satu tempat di wilayah Kecamatan Tenjolaya dan berudal satu lawan satu, MR terluka dibaian kepala terkena sabetan celurit, sedangkan AH pada lengan,” ujarnya.

MR kata AKP Benny, sempat dilarikan ke RSUD Leuwiliang, untuk mendapatkan perawatan, namun sayangnya nyawa tidak tertolong, akibat luka yang dideritanya sangat parah.

“Kasus ini terbongkar setelah petugas melakukan penyelidikan diawali dengan penelusuran di media sosial. Nah, jejak digital pelaku berhasil kami identifikasi dan mengarah pada AH,” katanya.

Sebagai barang bukti untuk memperkuat penyidikan, kata AKP Benny, petugas sudah mengamankan barang bukti berapa dua celurit yang diduga digunakan saat berduel serta pakaian yang dikenakan AH.

“AH, karena usiannya masih dibawah umur dan masuk kategori anak-anak, kami tidak menjeratnya dengan pasal yang ada di di Kitab Undang-undang Hukum idana (KUHP), tapi menggunakan pasal yang ada di Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman minimal penjara 7 tahun dan maksimal 15 tahun,” jelasnya. (Noverando H)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 19 Maret 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar