Pemakaman Korban Siswa Tawuran Diringi Isak Tangis

633
sumber gambar: https://video-images.vice.com

Korban Dikenal tak Memiliki Masalah

Suasana pemakaman Rifki Alfarizi (18), siswa kelas XI SMK Pelita Ciampea yang jadi korban tawuran pelajar di jalan Karehkel, Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang pada Selasa (22/1) sore menjelang magrib, diiringi isak tangis keluarga dan rekan korban. Korban sendiri dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Leuwisadeng di Kampung Sadeng RT 01/03, Desa Sadeng, tak jauh dari rumah korban.

Saat pemakaman, orang tua korban Agus Firmansyah (48) dan Marleni (40) begitu sedih saat korban dimasukkan ke liang kubur. Terlihat air mata dari ibu korban tak bisa dibendung melihat anaknya dikebumikan, bahkan rekan korban pun ikut menangis. “Sedih gak nyangka gak percaya anak saya sudah gak ada,” tutur Marleni dengan nada sedih kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Sementara teman korban, Sahara (15) mengatakan, sebelum korban tewas sempat mengajak untuk berfoto bersama, tak seperti biasa saat itu terlihat keanehan pada korban, begitu humoris. “Biasanya gak gitu, dia emang humoris dan sering becanda tapi pada saat itu Rifki begitu aneh,” kata Sahara.

Sahara mengemukakan saat itu juga korban sehari sebelum meninggal membuat status aneh di Facebook bertuliskan “meninggal yang baik itu hari jumat,”. “Temen temen merasa kehilangan gak percaya awalnya dapat kabar dari grup WhatsApp dan Facebook,” kata Sahara.

Sementara itu kerabat keluarga, Syaripudin (48) menjelaskan, kasus ini diharapkan bisa diselesaikan secara tuntas dan pelaku bisa segera tertangkap. Jangan sampai kejadian tragis ini terulang kemabli sekaligus menjadi pelajaran buat semuanya. “Peru ada perhatian sekstra keras dari guru dan tidak di sekolah saja, tapi di luar pun perlu mewaspadai muridnya jua tapi yang aling utama kasus ini tidaklanjuti secara hukum yang adil,” jelasnya.

Ia juga mengaku, bahwa sosok almarhum memang pendiam, bahkan di kampung tidak ada masalah, dan sangat menurut kepada orang tuanya. “Sebelum otopsi luka yang diderita almarhum dibawah ketiak lebar 40 cm ada informasi kena cerulit, dagu dan pelipis kiri pun luka, bekas benturan,” ucapnya.

Terpisah, Kapolsek Leuwiliang Kompol Mochamad Imam Sudarso mengaku, sementara ini pihaknya masih melakukan pengembangan dan berkoordinasi dengan Sekolah Pandu. Pasalnya, sudah menarah ketiga pelaku dari keterangan saksi-saksi dan polisi sudah mengantongi identitas pelaku.

“Mungkin mereka janjian, dan tawuran kemarin siswa Pelita ada 5 orang ketika Pandu mengeluarkan senjata semua berhamburan dan mengejar siswa Pelita dan mengenai satu orang terkena sabetan senjata tajam,” akunya. (Cepi Kurnia)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 23 Januari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar