Pemerintah Berlakukan Siaga Cuaca Ekstrem Hingga Maret 2017

1082

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan pemerintah memberlakukan situasi siaga untuk mengantisipasi cuaca ekstrem hingga Maret 2017.

“Kita berkoordinasi dengan BMKG memang sampai dua bulan ke depan, paling tidak sampai bulan Maret 2017 cuaca ekstrem akan terus menerus terjadi di Indonesia,” kata Menteri Puan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Puan mengatakan pihaknya menginstruksikan koordinasi nasional antara Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Seperti yang saya sampaikan, Kemendagri dengan seluruh kepala daerahnya, BNPB dengan BPBD-nya, dan Kemensos tentu saja akan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata dia.

Puan meminta Mendagri Tjahjo Kumolo untuk proaktif meningatkan semua kepala daerah guna memberikan perhatian dan peringatan kepada masyarakat di daerahnya terkait risiko cuaca ektrem dua bulan ke depan.

Untuk bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa daerah, Puan telah menugaskan BNPB untuk segera memetakan dan memberikan bantuan kepada wilayah yang terdampak.

“Saya sudah menginstruksikan kepada Kemensos untuk bisa mengalokasikan anggarannya berkaitan dengan bantuan makanan dan lain-lain,” kata dia.

Hujan deras selama tiga hari berturut-turut yang disebabkan cuaca ekstrem 19-21 Februari 2017 telah menyebabkan beberapa daerah di Indonesia tergenang banjir, antara lain DKI Jakarta, Tangerang, dan Bekasi.

Khusus di Jakarta, hingga Selasa siang (21/2), BNPB melaporkan terdapat 54 titik wilayah yang tergenang banjir meliputi 11 titik di Jakarta Selatan dan 7 titik di Jakarta Timur. (Antara)

SHARE

Tinggalkan Komentar