Pemkot Bogor dan IUWASH USAID Plus Lakukan Segmentasi Pasar Sanitasi

153
sumber gambar: https://kotabogor.go.id

Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene (IUWASH) Plus U.S.Agency for International Development (USAID) membantu Kota Bogor untuk menyelesaikan masalah sanitasi di Kota Bogor. Pasalnya, ada 26.545 rumah tangga Se-Kota Bogor yang tidak memiliki jamban. Sementara 36.113 rumah tangga memiliki jamban tidak sehat dan 1.800 rumah tangga memakai jamban bersama. Dilansir dari laman resmi kotabogor.go.id

Produk Marketing Spesialis IUWASH USAID Plus, Noviana Eva mengatakan, pihaknya melakukan pemetaan dan segmentasi pasar sanitasi hal tersebut untuk mengetahui jarak antara kebutuhan dan target layanan sanitasi di Kota Bogor. Tak ayal, pihaknya mendapatkan data ada 64.458 rumah tangga di enam kecamatan yang belum punya jamban dan jamban tidak sehat (jamban tidak pakai leher angsa atau ada leher angsa tapi tidak ada septic tank).

“Ini kan harus diselesaikan karena bisa menyebabkan pencemaran. Dan kami disini mengajak masyarakat untuk menyelesaikan hal ini dengan pengelolaan yang tepat,” ujar Novi, seusai acara lokakarya Pemetaan dan Segmentasi Pasar Sanitasi di Paseban Sri Baduga, Jalan. Ir. Juanda, Kota Bogor, Senin (08/04/2019).

Novi menuturkan, selama ini masalah sanitasi hanya diatasi dengan pemberian bantuan hibah atau CSR. Padahal anggarannya tidak cukup untuk memenuhi semuanya. Sehingga pihaknya melibatkan pihak swasta seperti Lembaga Keuangan Mikro (LKM) koperasi untuk membantu pembiayaan masyarakat membangun jamban. Namun tentunya dibutuhkan dukungan pemerintah dalam hal regulasi dan data potensi pasarnya.

“Jadi misalnya masyarakat tidak mampu membangun jamban karena harganya mahal bisa dibantu pembiayaannya sama koperasi atau lainnya dengan cara mencicil,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemetaan dan segmentasi ini merupakan tahapan awal. Kegiatan akan dilanjut dengan pemetaan stakeholder, penyusunan rencana kerja serta pilot project di kelurahan. Pihaknya pun menyerahkan sepenuhnya target implementasi program ini kepada pemangku kebijakan di Kota Bogor.

“Jadi kami kan bantu fasilitasi dan kalau saat implementasi butuh pendampingan akan kami bantu. Kami berharapnya tahun ini sudah bisa diimplementasikan,” imbuhnya.

Sementara itu Plh. Wali Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan, ketersediaan sanitasi yang layak menjadi prioritas pembangunan nasional. Tak ayal sarana sanitasi yang aman khususnya di perkotaan merupakan kebutuhan dasar warga yang harus disediakan di setiap keluarga. Dirinya menyambut baik gagasan USAID IUWASH Plus untuk mengembangkan strategi pasar sanitasi di Kota Bogor melalui kegiatan lokakarya ini.

“Dengan lokakarya ini didapatkan gambaran yang lebih jelas tentang segmentasi pasar di Kota Bogor dan bisa saling bersinergi sesuai peran dan fungsi masing-masing lembaga,” katanya. (Humpro : fla/ismet-SZ)

SHARE

Tinggalkan Komentar