Pemulihan Pelanggan Satelit Telkom-1 Tuntas 100 Persen

1290
Sumber Gambar : https://jalantikus.com

PT Telkom Indonesia Tbk (Persero) memastikan pemulihan
layanan konektivitas pelanggan satelit Telkom-1 tuntas 100 persen sesuai
dengan target pada 10 September 2017.

“Hingga pukul 20.00 WIB malam ini, Minggu (10/9) posisi pemulihan
konektivitas mencapai 14.689 sites atau 98 persen dari total 15.019 site.
Sehingga pada Senin (11/9) pukul 00:00 WIB konektivitas pelanggan tuntas
100 persen,” kata Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga dalam konferensi
pers di Graha Merah Putih Telkom Jakarta, Minggu malam.

Menurut Alex, sejak 7 September 2017 seluruh jaringan kantor dan ATM
Himpunan Bank Negara (Himbara) seperti PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk,
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, dan PT Bank
Tabungan Negara (BTN) Tbk telah pulih 100 persen pasca anomali Satelit
Telkom 1.

“Khusus PT Bank Central Asia, saya sudah berkoordinasi dengan Direktur
Utama BCA dan sudah ada kesepakatan agar segera sistem konektivitas telah
pulih secara keseluruhan,” ujarnya.

Hasil koordinasi antara Telkom dengan manajemen Bank BCA disimpulkan bahwa
sistem konektivitas untuk layanan ATM telah pulih secara keseluruhan.

Beberapa aspek operasional untuk memfungsikan sejumlah mesin ATM masih
berlangsung untuk memastikan seluruh mesin ATM berfungsi normal seperti
sedia kala.

Alex mengungkapkan service recovery ini ditunaskan berkat dukungan dari
berbagai pihak, meliputi Kementerian BUMN, Kemkominfo, BRTI, Bank
Indonesia, OJK, YLKI, TNI, para pelanggan dan mitra bisnis, rekan-rekan
media serta masyarakat Indonesia.

“Secara khusus kami menyampaikan apresiasi kepada 2.195 petugas Telkom
yang selalu siaga dan bekerja keras selama 7 x 24 jam,” tegas Alex.

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyatakan bahwa sejak Senin lalu (4/9),
seluruh jaringan kerja, baik unit kerja maupun ATM BRI sudah sepenuhnya
pulih. Terdapat sebanyak 321 ATM dan 124 unit kerja BRI yang terkena
dampak gangguan akibat anomali Satelit Telkom-1 pada akhir Agustus
2017.

Untuk layanan nasabah Bank BNI, ATM BNI telah pulih 100 persen, 51 outlet
telah berfungsi secara normal pada 3 September 2017 dan 1.151 ATM sudah
normal hari ini.

Pada 10 September 2017 juga menyatakan bahwa seluruh layanan nasabah yang
memanfaatkan fasilitas ATM BTN telah dapat terlayani secara normal. Selama
masa pemulihan, Bank BTN melakukan koordinasi dan komunikasi intensif
dengan Telkom untuk mempercepat perbaikan yang dilakukan.

Dari total 15.019 sites layanan pelanggan, terdapat sebanyak 11.574 sites
layanan ATM dan 3.445 layanan Non ATM.

Untuk mempercepat recovery sejumlah sites yang mengalami kendala saat
proses repointing antena, Telkom menggunakan jaringan fiber optik sebanyak
5 persen dan menggunakan jaringan selule (machine to machine/M2M) sebanyak
14 persen.

“Repointing bukan masalah menggeser arah VSAT sesuai transponder yang
digunakan tetapi lebih pada faktor non teknisi seperti kondisi cuaca dan
wilayah yang sulit dijangkau,” tegas Alex.

Ia menggambarkan, repointing sesungguhnya bisa dilakukan paling lama 2-3
jam, namun banyak daerah yang sulit dijangkau bahkan bisa mencapai 2-3
hari.

Salah satu wilayah terdepan Indonesia di Masalembo, meskipun sempat
terkendala cuaca namun di daerah itu tidak terjadi “black out” jaringan
karena menggunakan satelit Telkom 3S. Begitu juga di Papua tepatnya di
Pulau Pani dan Beras, pemulihan sudah tuntas.

Alex memastikan langkah yang dilakukan Telkom pascapemulihan tersebut
yaitu melanjutkan fungsi Crisis Center Nasional untuk memonitor layanan
untuk memastikan kestabilan dan kualitas layanan kepada pelanggan.

Selanjutnya mengembalikan solusi temporer ke solusi permanen,
selambat-lambatnya dalam tempo dua bulan dan memproses pengaman slot orbit
108 derajat BT ke International Telecommunication Union (ITU) bersama
Kemkominfo.

SHARE

Tinggalkan Komentar