Penjaga Vila Tewas Tertimbun Beton

195
sumber gambar: https://cdn.medcom.id

Hujan yang mengguyur kawasan Cisarua dan Megamendung mengakibatkan robohnya pondasi dinding tembol selokan di kampung Pasir Kaliki RT 04/06, Desa Sukamaju, Megamendung, Minggu (3/3). 

Akibantanya penjaga villa meninggal dunia terkubur material beton tersebut. Korban yang tertimpa longsoran itu adalah Son Haji asal Jalan Malabar Ujung RT 01/01 Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Warga sekitar pun bersama anggota Polsek, Pol PP, RAPI, SSBH, dan koramil melakukan evakuasi terhadap korban.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu bermula saat korban Son Haji (45) sedang membenahi tumpukan kayu bersama Edi kerabatnya di lokasi kejadian pada pukul 13.10 WIB. “Awal mula kejadian, saat itu korban mengajak saudara Edi untuk membereskan kayu yang berada dilokasi kejadian, sekitar pukul 13.00 Edi izin unutk istirahan melaksanakan Slaat Dzhur,” jelas Kapolsek Megamnedung AKP Asep Darajat, Minggu (3/3).

Setelah selesai melaksanakan shalat, saksi tiba-tiba mendengar suara gemuruh di lokasi kejadian. Saat itu juga, saksi langsung mendatangi sumber suara gemuruh tersebut.

“Saat dilihat ternyata, pondasi di sekitar lokasi kejadi roboh menghimpit korban. Saat itu juga di cek kondisi korban oleh saksi, ternayata sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

Saat itu juga, lanjut dia, saksi langsung memberitahukan peristiwa tersebut ke Ketua RT dan dilanjutkan menghubungi Polsek Megamendung. “Saya bersama anggota segera mendatangi TKP dan berusaha menevakuasi korban, akan tetapi karena beratnya tumpukan beton dan minimnya peralatan kita kesulitan mengevakuasinya,” jelasnya.

Maka dari itu, lanjut dia, proses evakuasi baru selesai seteah pihaknya mengubungi BPBD Kabupaten Bogor unutk membantu mengangkat korban yang terjepit rerunuthan tembol pondasi.

“Korban dapat bisa dievakuasi sekitar pukul 15.31 WIB setelah itu kita langsung bawa jenazah korban ke RSUD Ciawi unutk dilakukan Visum Et Repertum,” pungkasnya/

“Korban sebagai penjaga rumah. Dan akibat runuthan dinding pondasi yang roboh menimpa korban. Kita selaku tim siaga bencana bersama RAPI  Megamenudng Cisarua langsung menuju lokasi unutk melakukan evauasi korban,” sambung Ketua SSBH, Dilah Kholik.

Selain menimbulkan korban jiwa, cuaca buruk ini menghancurkan infrastruktur lainnya. Jalan-jalan desa yang barus selesai dibangun dengan menggunakan dana bantuan pemerintah kini kembali rusak.

Untuk menyiasati pembangnan dirusak oleh air hujan, banyak desa desa yang belum menerapkan dan pembangunan itu. (CR-JB 1)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 4 Maret 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar