Petugas DLH Jadi Korban Tabrak Lari

180
sumber gambar: http://photo.sorotmedianusantara.com

Menjamurnya pedagang kaki lima (PKL) pada beberapa titik di Kota Bogor, membuat gerah satuan polisi pemong praja (satpol PP). Alhasil pasukan penegak perda telah menyiapkan langkah strategis untuk menangani permasalahan tersebut.

Kepala Bidang Pengadilan dan Perasional (Dalops) satpol PP Dimas Tiko mengatakan, pada 2019 ini permasalahan PKL, menjadi skala prioritas dan akan dilakukan penertiban.

“kami sudah komunikasi dan sosialisasi baik dengan stakeholder, warga maupun pedagang, karena ini memang program kerja di 2019 maka kita akan mencarikan solusi terbaik, artinya bukan hanya program berjalan tetapi ada juga sedikit perubahan,” katanya.

Sambil sosialisasi berjalan, upaya pemetaan hingga pedagang pun dilakukan. Karena fokus penertiban dan penataan saat ini dimulai dari simpang Yasmin sektor III hingga sektor VI disisi kiri menuju arah semplak. Artinya ada titik-titik yang sementara bisa dimanfaatkan pedagang. Karena melihat kondisi lapangan yang bisa dibagi beberapa sesi.

“Kita membagi sesi mana dulu yang menjadi satu capai yang bisa kita kembalikan fungsinya secara maksimal dan mana yang memang untuk sementara PKL yang banyak itu,” jelasnya.

Ia menyakini bahasa program akan berjalan aman, baik, kondusif dan tanpa ada hambatan. “mudah-mudahan dengan pola komunikasi yang baik semua saling paham,”paparnya.

 Mesti demikian, Dimas masih belum mengetahui kapan pelaksanaan dilakukan. Sebab saat ini progres tahapan masih terus dimatangkan. Termasuk data jumlah pedagang yang saat ini masih dalam penghitungan, sebab yang melakukannya adalah Dinas koperasi dan UMKM dan aparatur wilayah.

“Secara spasifik akan dilakukan oleh wilayah dan Dinas koperasi dan UMKM, karena kawatir jumalah pedagang malam dan siang berbeda, makanya kita butuh yang valid, termasuk data pedagang yang merupakan warga sekitar,” pangkasnya. (Fredy Kristianto)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 13 Februari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar