Polisi Bakal Tertibkan Tambang Ilegal

463
sumber gambar: https://img.beritasatu.com

Kepolisian Resort Bogor bakalan menggelar operasi penertiban aktivitas tambang ilegal atau tanpa izin di wiayah Kecamatan Cigudeg. Rencana aksi tersebut buntut dari tewasnya empat penambang pada Minggu (17/03) lalu.

“Ya meski pun kejadian tidak dilaporkan, kami tetap akan melakukan operasi penertiban,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal, Polres Bogor, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Benny Cahyadi, kepada wartawan, senin (18/03) di Mapolres.

AKP Benny pun mengaku sudah mendapatkan informasi, bila di wilayah Kecamatan Cigudeg, tepatnya di Desa Bayuresmi ada aktivitas penambangan tanpa izin. “Informasi yang kami terima, di Desa Banyuresmi, ada beberapa lokasi atau titik tamban ilegal,” ujarnya.

Sebelumnya, empat penambang emas tanpa izin (peti) atau gurandil ditemukan meninggal dunia di Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Minggu 17 maret 2019.

Kasubag Humas Polres Bogor, Ajun Komisaris Ita Puspita Lena mengatakan, korban yang meninggal antara lain, Ata (27), Satri (25), Kosim (28) dan Adam (27). “Kejadiannya pada Minggu siang sekiatar 14.00, keempatnya sedang melakukan penggalian lubang untuk emncari emas,” jelasnya.

AKP Ita mengakui, belum mengetahui penyebab meninggalnya para penambang emas ilegal tersebut. Namun berdasarkan keterangan sejumlah saksi, saat meninggal empat korban sedang melakukan pekerjaan, tapi ketika keempatnya keluar lubang kondisinya sudah lemas.

“Kurang lebih sekitar 15 menit orban atas nama Adam masuk kedalam lubang tersebut dan berusaha keluar dari lubang dengan nafas yang terengah – rengah dan kondisi yang lemah,” katanya.

Karena tidak kuat keluar lubang, lanjut AKP Ita, korban terjatuh kembali kedalam lubang. Melihat kondisi itu, ketiga temannya yakni Ata, Kosim dan Satri turun untuk menolong Adam.

“Namun ketiga orang yang berusaha menolong tersebut tidak mampu kembali keluar, karena lemas,” ungakpnya.

Lebih lanjut AKP Ita mengungkapkan, sekitar pukul 17.00 WIB warga membantu mengevakuasi keempat korban tersebut dengan kondisi sudh tidak bernyawa.

“Semua keluarga menerima bahwa kejadian tersebut adalah musibah dan keempat korban tersebut dimakamkan oleh keluarganya seesai sekitar pukul 20.00 WIB pada hari kejadian,” tutupnya. (Noverando H)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 19 Maret 2019

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here