Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Dufi

244
Sumber gambar : https://www.tobasatu.com

Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan terhadap Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi (43), yang ditemukan tewas dalam drum di Desa Kembang Kuning, Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Minggu (18/11) lalu. Pelaku diringkus polisi di Bantar Gebang, Bekasi. Pengungkapan kasus pembunuhan ini merupakan hasil penyelidikan oleh Subdit 3 Resmob Polda Metro Jaya.

Terduga pelaku berinisia MN (35), pekerjaan karyawan swasta, beralamat di Jalan Narogong Cantik Raya D140/3 Rt 1/RW 23, Pengasinan Rawa Lumbu, Bekasi Kota.

Terduga pelaku ditangkap di dekat cucian motor belakang Kelurahan Bantar Gebang, Kecamatan Bantar Gebang, Selasa (20/11) sekitar 14.30 WIB siang.

Saat dilakukan penggeledahan, dari pelaku ditemukan ponsel korban, kartu ATM, dan buku tabungan milik korban. Saat ini pelaku sedang dibawa ke Resmob Polda Metro Jaya dilakuakn pemeriksaan.

Kabid Humas, Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan penangkapan terduga pelaku. “Pelaku segera dilimpahkan ke Polres Bogor. Hal-hal lain silakan ke Polres Bogor,” ujar Argo.

Sementara untuk meluruskan infromasi mengenai Dufi, Direksi stasiun televisi Muhammadiyyah (tvMu) mengeluarkan pernyataan pers, Selasa (20/11). Pihak tvMu menyebutkan, sejak Minggu (18/11) hingga selasa (20/11), Direksi tvMu sudah banyak dikonfirmasi oleh media perihal almarhum Dufi, termasuk dikaitkan dengan sedang investigasi Mobil Esemka.

Dalam pernyataanya, tvMu menginformasikan agar tidak terjadi kesimpangsiuran infromasi bahwa Dufi adalah tenaga freelance sales marketing di tvMu. Almarhum sudah menjadi freelance sales marketing di tvMu sudah lebih dari setahun. Dufi adalah sosok yang luar biasa, pekerja keras, sholeh, dan sangat bertanggung jawab pada keluarga. Selama lebih setahun menjadi freelance sales marketing, almarhum tak pernah unya musuh, baik di tvMu maupun lingkungan Muhammadiyyah.

Dufi tidak pernah ditugasi meliput berita, karena tugas dan tanggung jawabalmarhum sebagai sales marketing. Jadi bukan wartawan tvMu. Selama ini redaksi tvMu tidak pernah menugaskan wartawan tvMu untuk mengivestigasi Mobil Esemka, termasuk almarhum Dufi. Direksi tvMu sudah bertemu langsung dengan pihak keluarga besar almarhum di Semper, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (19/11), juga istri almarhum (20/11) di rumah duka di Serpong, Tangerang.

Pihak keluarga menyampaikan, bahwa mereka sudah mengikhlaskan dengan kejadian ini dan menyerahkan penyelidikan sepenuhnya pada pihak kepolisian. Pihak keluarga minta agar peristiwa ini segera diusut tuntas. Almarhum meninggalkan seorang istri dan 6 anak yang masih keci. “Jika ada pihak yang ingin mendonasikan kelebihan harta untuk meringankan beban istri, silakan langsung menghubungi beliau dan mohon doakan Dufi agar husnul khotimah,” tulis penyataan pers tersebut.

Sebelumnya disebutkan, mayat tanpa identitas ditemukan di dalam drum oleh seorang pemulung yang tengah mengais sampah di sekita lokasi kejadian Kampung Narogong, Klapanunggal, Minggu (18/11) sekita pukul 06.00 WIB. Awalnya mengira isi tong yang dikeruknya berisi sampah. Namun yang mencurigakan adalah tong tersebut tertutup lakban hitam, hingga diketahui isinya adalah mayat Dufi. Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena mengatakan setelah melakukan penyelidikan, identitas korban berhasil diungkap.

Sementara Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meminta pihak Kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menduga pembunuhan terhadap karyawan tvMu dilakukan dngan sadis. Polisi menemukan luka terbuka disekujur tubuhnya saat diotopsi polisi “itu pembunuhan yang sangat sadis, Muhammadiyah sangat berduka,” ujar Abdul Mu’ti.

Selain Pimpinan Pusat Muhamadiyyah, ikatan Jurnalis UIN juga mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kaksus pembunuhan tersebut. “Kami dari ikatan jurnalis UIN mendesak kepolisian agar menangani kasus ini dengan cepat dan profesional,” ujar Sekretaris Jenderal IJU. Sholahuddin Al Ayyubi.

Jenazah Dufi sudah dimakamkan di TPU Budi Darma Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, sekitar pukul 07.30 WIB, Senin (19/11). Abdullah Fithri Setiawan atau Dufi adalah seorang mantan jurnalis di sejumlah media. Adik Dufi, Muhammad Ali Ramdoni, setelah selesai pemakaman, menceritakan mengenai kiprah kakaknya di dunia jurnalistisk. Dufi, merupakan lulusan universitas swasta di Jakarta dan memulai karirnya sebagai jurnalis di media cetak, “Awalnya bekerja di Harian Rakyat Merdeka. Terus dia juga sempat (bekerja) di Indopos,” kata Doni.

Selepas berkarir sebagai wartawan, lanjutnya, Dufi menjajal peluang karir sebagai staf marketing. Namun karena enggan menjauh dari dunia media, Dufi melamar menjadi staf marketing di dua perusahaan media elektronik ternama. “Awalnya staf marketing di Berita Satu kemudian juga sempat staf pemasaran juga di iNews TV,” beber Doni. (Asep Saepudin Sayyev)

Sumber : Koran Jurna Bogor, Edisi 21 November 2018

SHARE

Tinggalkan Komentar