Presiden: Waspada Terhadap Ancaman Pengganggu Pancasila

978
Sumber Gambar : elshinta.com

Presiden Joko Widodo mengatakan seluruh komponen
bangsa harus tetap waspada atas ancaman yang mengganggu keutuhan wilayah
Indonesia dan dasar negara Pancasila.

“Kita harus waspada dengan peperangan nyata di tingkat budaya dan ekonomi
di era perdagangan bebas dan perkembangan teknologi yang sangat cepat
sekarang ini,” ujar Presiden dalam amanat upacara yang disampaikan saat
Peringatan HUT Ke72 TNI di Dermaga Indah Kiat, Cilegon pada Kamis.

Menurut Presiden, sejak Indonesia merdeka banyak ancaman kepada Pancasila
dan NKRI baik dari luar maupun dalam negeri

Indonesia dalam ikrar yang dibacakan pada Hari Kesaktian Pancasila akan
membulatkan tekad mempertahankan dan mengamalkan Pancasila sebagai sumber
kekuatan untuk menggalang persatuan melalui perjuangan dan menegakkan
kebenaran serta keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepala Negara menambahkan seluruh komponen bangsa juga harus bergegas
membangun pondasi ekonomi nasional secara Indonesiasentris dengan menjaga
stabilitas politik dan keamanan.

Dengan kestabilan politik dan keamanannya, Indonesia diharapkan dapat
terus menumbuhkan kepercayaan masyarakat internasional.

“Kita harus memberikan pesan bahwa Indonesia adalah negara yang stabil.
Sinergi antara TNI dengan institusi lain dan pemerintahan dan dengan
seluruh komponen anak bangsa adalah mutlak dan wajib untuk dijaga dan
ditingkatkan,” tegas Presiden.

Kepala Negara menghadiri acara yang bertema Peringatan HUT Ke-72 TNI Tahun
2017 adalah `Bersama Rakyat TNI Kuat` ya g bermakna kesadaran TNI yang
bersumber dari rakyat, berbuat dan bertindak bersama rakyat menjadi modal
utama TNI di dalam mengawal dan mengamankan kepentingan nasional menuju
cita-cita bangsa.

Sejumlah unit alutsista memeriahkan acara tersebut yang menampilkan parade
alat pertahanan serta simulasi pertempuran udara.

Usai menghadiri peringatan HUT TNI, Menurut keterangan Deputi Bidang
Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Presiden
akan menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan
(PKH) di Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Provinsi Banten.

Kemudian pada Kamis sore, Presiden akan menuju Kecamatan Kramatwatu,
Kabupaten Serang, Provinsi Banten untuk menghadiri peletakan batu pertama
pembangunan PLTU IPP Jawa 7.

Dari kunjungan kerja ke Provinsi Banten, Presiden dan Ibu Iriana bersama
rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Kota Tarakan, Provinsi
Kalimantan Utara melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta
dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

SHARE

Tinggalkan Komentar