Prihatin HIV/AIDS Serang Ibu Rumah Tangga

452
sumber gambar: https://images.agoramedia.com

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, menyebutkan jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Indramayu mencapai 3.285 orng. Dari jumlah itu, penderita yang berasal dari kalangan ibu rumah tangga mencapai sekiat 1.200 orang. Jumlah ini tergolong banyak yang justru berasal dari kalangan ibu rumah tangga, yang tak pernah melakukan perbuatan berisiko.

“Ini sangat memprihatinkan,” ujar Deden. Deden mengatakan para ibu rumah tangga yang mengidap HIV/AIDS itu tidak pernah melakukan perbuatan yang berisiko terhadap penyakit tersebut. Mereka pun sehari-hari hanya disibukkan dengan aktivias yang berkaitan dengan urusan rumah tangganya semata.

Status HIV/AIDS yang diderita para ibu rumah tangga tu terungkap saat suaminya meninggal dengan tanda-tanda HIV/AIDS atau ada kerabat dekatnya yang menderita tuberkolosis. Saat petugas kesehatan memeriksa ibu rumah tangga tersebut, ternyata terungkap ibu rumah tangga itu juga menderita HIV/AIDS.

Selain itu, tatus HIV/AIDS para ibu rumah tangga juga ada yang terungkap saat mereka menjalani pemeriksaan kesehatan untuk keperluan keberngkatn bekerja ke luar negeri. Akibatnya,mereka pun gagal menjadi pekerja migran Indonesia (PMII).

Kondisi itu seperti yang dialami salah seorang ibu rumah tangga penderita HIV/AIDS di Kabupaten Indramayu, yang enggan disebut namanya. Dia dinyatakan menderita HIV/AIDS saat menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu syarat menjadi PMI. “waktu itu saya mau berangkat ke luar negeri untuk yang kedua kalinya,” ujar ibu empat anak tersebut, saat ditemui beberapa waktu yang lalu.

Ternyata, saat keberangkatanya bekerja ke luar negeri untuk yang pertama kali, suaminya kerap berhubungan dengan pekerja seks komersil (PSK). Akibatnya, tanpa disadari, suaminya itu mengidap HIV/AIDS. Penyakit tersebut kemudia menular kepada istrinya saat istrinya kembali ke tanah air. 

Pengelola Program Komisi Penanggunalangan AIDS (KPA) Kabupaten Indramayu, Dilah, menjelaskan, kasus seperti itu memang cukup banyak di Kabupaten Indramayu. Kondisi itu menyebabkan ibu rumah tangga yang tak berdosa pun turut mengidap penyakit tersebut. “Kami pun terus meakukan pendampingan kepada para penderita,” ujar Dilah. (Asep Sapudin Sayyev).

Sumber gambar; Koran Jurnal Bogor, edisi 9 Januari 2019

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here