Provinsi dan Kabupaten/Kota harus Satu Visi

462
sumber gmbar: http://1.bp.blogspot.com

PEMERINTAHAN Provinsi jawa Barat, di bawah pimpinan Gubernur Ridwan Kamil Alias RK dan sang wakil Uu Ruzhanul ulum meminta, program pembangunan yang akan dilaksanakan pemerintah kabupaten dan kota selaras atau satu visi dengan yang di canagkan provinsi.

“Jabar saat ini mengusung visi dan misi juara lahir bhatin. nah visi itu akan tercapai, bila program pembangunan yang dilaksanakan pemerintahan kabupaten dan kota sering searah, artinya tidak berjalari sendiri-sendiri,” kata Uu, ketika membuka rapat konsultasi publik dalam penyusunan program pembangunan jawa barat tahun 2020 mendatang di gedung (21/02).¬†

Uu menegaskan, Jika program yang dirancang kabupaten/ kota selaras dengan provinsi, hasil pembangunan yang dibiayai ungan rakyat akan terlihat dan manfatnya bisa dirasakan langsung  masyarakat. 

makanya, forum konsultasi publik yang menjadi bagian atau rangkaian musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang), digelar lebih awal. tujuannya, agar saat kabupaten/ Kota menyusun rencana pembangunan untuk tahun 2020 tidak melenceng jauh dari kebijakan yang digarikan pemerintah provinsi,” ujarnya 

Selain dengan provinsi kata Uu, rencana pembangunan antar daerah baik kabupaten maupun kota harus saling berkait dan menghindari sikap egoime daerah, sebab sekarang egoisme antar daerah sudah tak berlaku lag. Provinsi siap membantu full keuangan, ketika ada beberapa darah yang melaksanakan pembangunannya saling berkaita,” katanya.

Uu menjelasakan dirinya bersama RK sudah menyusun sejumlah rencana Program yang akan diterapkan di semua kabupaten /kota seperti di sektor pedidikan sertainfrastuktur yang terkoneksi antar daerah dan soal pembangunan industri pariwisata. Insya Allah kalau semuanya saling berkordinasi, jawa Barat dalam lima tahun kedepan akan lebih maju” katanya.

sementara itu, wakil bupati Iwan setiawan menyatakan kesiapannya menyelaraskan program pembangunan yang akan dilaksanakan Kabupaten Bogor pada tahun 2020 mendatang dengan kebijakan pemerintah provinsi ” pemdapat dari pak Uu, sagat tempat. makanya, Saatnpenyusunan rencana pembangunan pada tahun 2020 mendatang, kami tidak akan lepas dari arah yang di gariskan pemerintah provinsi,” tehasnya.

Salah satu contohnya kata iwan, rencana pembangunan terminal di ciawi yang lokasinya berbatasan dengan wilayah Kota Bogor. Sebelum terminal ciawi dibangun, kita akan berkordinasi dulu dengan pemerintahan Kota Bogor, untuk mengetahui rencana apa saja yang akan dilaksanakan di wilayah perbatasan di bagian selatan.ini penting dilakukan, untuk mencegah adanya program yang tumpah tindih atau beradu,” katanya.

Penyelarasan program pembangunan dengan Kota bogor kata iwan nantinya akan dibahas lebih detail di rapat bogor Economic summit (BES). Di forum itu akan dibahas¬† berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan dua daerah, Seperti Transportasi, pendidikan dan pembangunan infrastruktur penunjang pertumbuhan buhan ekonomi,” tutupnya. (Mochamad¬† Yusuf)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 22 Februari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar