Proyek Boxies Telan Korban

410
sumber gambar : https://img.beritasatu.com

Tak Ada Korban Jiwa, Dua Pekerja Dilarikan ke Rumah Sakit.

Kecelakaan terjadi di lokasi proyek Boxies 123 di Jalan Raya Tajur, Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur. Akibatnya lima orang pekerja bangunan menjadi korban, bahkan dua di antaranya harus dilarikan ke rumh sakit akibat mengalami luka pada bagian kaki.

Salah seorang warga Eko, mengatakan bahwa kecelakaan jatuhnya pekerja dari lantai satu ke lantai dasar terjadi pada pukul 09.00 WIB. “Terdengar suara besi berjatuhan. Aibat kejadian itu, aktifitas kegiatan pembangunan sempat dihentikan,” katanya kepada wartawan.

Sementara itu, Koordinator Project PT Rekagunatek selaku pengembang, Efendi Simanjuntak mengatakan bahwa kedua pekerja yang dilarikan ke rumah sakit sudah diperbolehkan pulang lantaran hanya menderita luka ringan. “Jadi hanya menderita luka benturan karena terjepit ataupun karena ada yang meloncat,” ungkapnya.

Kata dia, peristiwa itu terjadi lantaran kesalahan teknis karena kelalaian pekerja kurang kuat mengencangkan bedoman untuk bekisting sehingga mengakiatkan scaffolding berputar dan merosot saat dinaiki pekerja.

“Akibatnya alat-alat yang ada di atas scaffolding merosot sehingga alat-alat di atasnya berjatuhan. Jadi tak benar ada pondasi yang ambruk. Kami akan review peristiwa ini karena baru sekali terjadi,” katanya.

Effendi mengatakan bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh dalam memberikan pengobatan terhadap pekerja yang terluka. “Kami tanggung jawab dengan memberikan pengobatan,” katanya.

Sementara itu, Pengawas Ketenagakerjaan Pemprov Jabar Wilayah I Bogor, Sofia mengatakan, kecelakaan kerja terjadi akibat kontruksinya kurang baik ketika pemasangannya, sehingga terjadi ambruk dan menimpa para pekerja.

“Kami akan melakukan investigasi dan mendata kecelakaan kerja, meminta berita acara laporan kejadian dan penanganan kontrok kerja sesuai Permanaer yang ada. Korban ada dua orang mengalami luka luka dan sudah dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Kata dia, akibat peristiwa itu embangunan bisa saja dihentikan total, sesuai hasil investigasi di lapangan. Sebelumnya, sambung Sofia, pihaknya sempat melakukan pengawasan ke lokasi royek pada Desember 2018 lalu.

“Protap pengawasan dilakuakan setahun sekali, namun tergantung project pembangunanya. Terakhir pengawasan Desember lalu. Kalau ada pelanggaran, tentu akan ada sanksi,” ucapnya. (Redaksi*)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 17 Januari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar