Proyek Lajur Bus Mubazir

252
sumber gambar: https://img.beritasatu.com

Dinilai oleh sekertaris Jenderal Puslitbang Pelatihan dan Pengawasan Kebijakan Publik (P5KP) Rudi Zaenudin sebagai proyek mubazir. Hal itu lantaran hingga kini bus Trans Pakuan yang menjadi kebanggan kota Hujan masih dalam kondisi sekarat.

“Sekarang lihat saja, bus nya mana PDJT saja masih sekarat. Kemudian lajur itu disediakan untuk bus yang mana? Ini kan jelas sia-sia,” ujar Rudi kepada wartawan, Minggu (3/2).

Menurut dia, Dishub sebagai pemangku kebijakan di bidang transportasi lebih baik fokus kepada program prioritas pemerintah kota (Pemkot) Bogor. Diantaranya fokus membuat sarana penunjang di jalan pengadilan.

“Di area tersebut kan sudah jelas dilarang parkir tapi sarana penunjangnya kurang. Karena selama ini hanya pakai pembatas tali rapia. Padahal,itu sudah ditinjau langsung walikota sebagai jalan penunjang kelancaran (Sistem Satu Arah).” Ungkspnya.

Hal senada juga di ungkapkan Ketua Umum Kesatuan aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Universal ibn Khaldun, Dedi Firdaus. Kata dia,proyek tersebut tidak memberikan manfaat hingga saat ini.

Selain itu, sambungnya, proyek tersebut diduga telah melanggar Permenhub nomor 34 tahun 2014 tentang marka jalan. “Ini sangat disayangkan dan perlu di pertanyakan bagaimana kajian sebelumnya,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub kota Bogor Theo Patrocinio Freitas kegiatan tersebut menyerap anggaran yang bersumber APBD kota Bogor sebesar Rp 837.289.090.

Kontrak kegiatan pengecatan marka jalan karpet merah untuk angkutan masal itu dikerjakan selama 60 hari kalender oleh CV Diantama Traffindo sebagai pemenang tender.

Menurutnya, pembuatan lajur bus tersebut merupakan upaya dalam meningkatkan pelayanan transportasi, setelah selesai pekerjaan akan disosialisasikan.

“Itu buat nantinya khusus untuk jalur bus saja, dan jikamemang sudah diberlakukan ada bus yang tetap menggunakan jalur lain maka akan diberi sanksi, tapi tentunya akan disosialisasikan terlebih dahulu,” Pungkasnya. (Fredy Kristianto)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 4 Februari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar