Puluhan Orang Tertimbun Tambang Emas Longsor di Bolaang Mongondow

235
sumber gambar: https://i.ytimg.com

Penambangan emas tradisional di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, mengalami longsor, Rabu (27/02).

Puluhan orang yang sedang menambang emas tertimbun pada kejadian tersebut. Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) setempat memperkirakan masih ada 43 orang yang masih tertimbun longsor dari 60 orang yang sedang melakukan penggalian.

“Evaluasi terus dilakukan oleh tim SAR gabungan,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya. Menurut Sutopo, 23 korban berhasil dievakuasi dan 4 orang diantaranya meninggal dunia. “Dan yang 19 orang selamat,” ungkapnya.

Pada Rabu sore, tim SAR gabungan dilaporkan masih mengevakuasi puluhan korban yang diperkirakan tertimbun longosr di penambangan yang tidak resmi tersebut.

“Masih proses evakuasi. Akses untuk masuk ke dalam sangat sulit karena adanya reruntuhan batu,” kata Kasi terhadap Darurat BPBD Bolaang Mingondow (Bolmong) Abdul Muin Paputungan.

Menurutnya, proses evakuasi “sulit dilakukan karena kondisi medan yang curam dengan bebatuan,”

“Kita masuk ke dalam, mengeluarkan batu perlahan-lahan, jangan sampai membuat risiko lebih besar,” kata Abdul.

Temuan sementara otoritas terait menyimpulkan tanah longsor terjadi setelah tiang dan papan penyangga lubang galian patah secara mendadak. Saat tiang patah, material longsoran menimbun lubang terowongan tambang. Ini terjadi sekitar pukul 22.55 Wita, Selasa (26/02).

“Menurut seorang saksi bernama Anas Sutyo Nugroho, yang sempat selamat dari kejadian tersebut, saat ia dan temannya bernama Mardianto Singosari sedang melakukan penggalian lubang di kedalaman 20 meter, tiba-tiba tiang penyangga lubang tersebut patah,” kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Ibrahin Tompo. 

“Kondisi tanah labil dan banyak lubang galian tambang,” tambahnya.

Personel tim SAR gabungan yang semula berjumlah 20 orang, mendapat tenaga tambahan dari Polres Kotamobagu dan Kompi Brimob Inuai Bolaang Mongondaw sebanyak 60 personel.

Petugas tim SAR masih akan berdatangan untuk membantu evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban longosr tambang emas tradisional tersebut. (Asep Saepudin Sayyev)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 28 Februari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar