Push-up Bisa Prediksi Resiko Penyakit Jantung

289
sumber gambar: https://cdn.shopify.com/

Jumlah kemampuan seseorang melakukan push-up bisa jadi merupakan salah satu cara untukmemprediksi resiko penyakit jantung. Penelitian terhadap hal ini telahdilakukan oleh tim peneliti dari T.H Chan School of Public Health di Harvard.

Penilitian tersebut dilakukan kepada lebih dari 1.100 pemadam kebakaran laki-lakiselama 10 tahun. Pemadam kebakaran yang bisa melakukan minimal 40 push-upmemiliki resiko serangan jantung dan strok 96 persen lebih rendah daripada yanghanya bisa melakukan push-up di bawah 10 kali.

“Menggunakan push-up bisa menjadi cara yang mudah dan murah untuk menentukan resikokardiovaskular di masa depan,” kata pemimpin penelitian, Justing Yang.

Bagi dokter, lanjut dia, cara ini sangat penting karena tes yang biasanya dilakukan sangatmahal dan membutuhkan metode yang tidak sederhana. “Sementara dengan metode inibisa dilakukan dengan satu menit,” kata yang melanjutkan.

Untuk melihat kemungkinan penyakit jantung, Yang dan rekan-rekannya melihat data dari1.100 pemadam kebakaran yang menjalani ujian kesehatan antara 2 Februari 200dan 12 Novenmer 2007, selain kemampuan push-up hal yang dicatat adalah usia,tinggi, berat badan, detak jantung istirahat, tingkat tekanan darah, kadarkolestrol, kadar gula darah dan status merokok.

Secara umum, usia rata-rata petugas pemadam kebakaran adalah 39,6 tahun. “Meskipun pemadamkebakaran sering diidentikan dengan tubuh keker dan sehat. Kelompok yang kami telititidak jauh berbeda dari masyarakat pada umumnya. Beberapa dari mereka menglamiobesitas,” kata Yang menjelaskan, dilansir dari Reuters. (Asep Sapudin Sayyev)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 18 Februari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar