Ratusan Ribu KTP Belum Dicetak

287
sumber gambar : https://www.kemendagri.go.id

Jelang Pilpres dan Pileg pada April 2019, Komisi I DPRD Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak ke Kantor Dinar Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Rabu (16/1). Kedatangan wakil rakyat tersebut tak terlepas dari maraknya keluhan warga yang hingga kini belum memiliki KTP elektronik.

Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor Ahmad Aswandi mengatakan, hingga kini masih terdapat 46 ribu warga yang KTP-el nya belum tercetak lantaran terkendala blanko. “Ya, mereka itu adalah kaum milenial atau para pemilih pemula,” ujarnya kepada wartawan.

Selain itu, kata dia, terdapat 28 ribu perubahan data KTP dan 75 ribu keping KTP yang siap cetak, namun belum tercetak. Menyikapi hal tersebut, Komisi I akan menyambangi Kementrian Dalam Negeri (Kemendegri) guna mencari solusi erihal kekurangan blancko KTP-el tersebut .

“Kami akan mengusulkan pencetakan blanko akan di daerah kan, artinya kewenangan dicetak di daerah. Jadi pembuatan blanko diberikan kewenangan ke daerah, tidak hanya dicetak di pusat saja,” ungkapnya.

Sejauh ini, sambung dia, Disdukcapil hanya diberi jatah 500 blanko sekali untuk setiap pengambilan ke Kemendagri. “Pemberian dari pusat sangat jauh dari kebutuhan,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Disdukcapil, Dodi Achdiyat mengatakn minimnya blanko KTP memang harus menjadi perhatian khusus lantaran pemerintah daerah tak bisa menyiapkan blanko sendiri. “Untuk KTP elektronik rutin dijemput ke pusat Kemendagri, dan pemberian disana juga terbatas, tidak sesuai kebutuhan,” ungkapnya.

Menurutnya, apabila ditotal terdapat 100 ribu keping KTP-el yang belum dicetak, baik rekam baru ataupun menggunakan surat keterangan (suket). Meski demikian, dengan peraturan baru KPU dalam pemilu 2019, untuk pilpres dan pileg, pemilih dapat menggunakan suket, bagi yang belum memiliki KTP-el.

“Sebenarnya pada tahun ini, kami sudah menyediakan tinta untuk 100 ribu KTP dan anggarannya sudah tersedia di Perubahan Anggaran. Kami juga sudah punya aplikasi cetak cepat metik yaitu sekali cetak 100 ribu keping dan kebutuhan KTP untuk Kora Bogor bisa terpenuhi kalau mesin itu sudah ada,” tukasnya. (Fredy Kristianto)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 17 Januari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar