Ribuan Penerbangan Terganggu

288
sumber gambar: https://bisniswisata.co.id

Pakistan menutup ruang udaranya akibat meningkatnya ketegangan dengan India di Kashmir. Kondisi ini mengakibatkan ribuan penerbangan di dunia dilaporkan terganggu.

Penerbangan didunia dilaporkan terganggu. Perwakilan Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan Mengatakan semua penerbangan komersial internasional dan domestik dari dan menuju negaranya dibatalkan “sampai pemberitahuan lebih lanjut.”

Akibat keputusan ini, ribuan orang dilaporkan terdampar diberbagai bandara didunia karena Pakistan merupakan salah satu rute utama penerbangan dari Asia Tenggara ke Eropa. Thai Airways misalnya, mengumumkan bahwa semua rute penerbangan Eropa yang berangkat Rabu malam hingga Kamis dini hari “dibatalkan karena penutupan wilayah udara Pakistan secara tiba-tiba sebagai akibat dari ketegangan antara India dan Pakistan.”

Hingga Kamis (28/2), tidak akan ada penerbangan Thai Airways dari Bangkok ke London, Munich, Paris, Brussels, Milan, Wina, Stockholm, Zurich, Kopenhagen, dan Oslo.

Mereka juga sedang menunggu Perizinan wilayah udara alternatif yang tidak melewati Pakistan agar penerbngan dapat tetap beroperasi. Maskapai lain mengalihkan penerbangan mereka dan beberapa harus berhenti untuk mengambil bahan bakar tambahan agar dapat melanjutkan perjalanan panjang yang menghindari wilayah udara Pakistan. 

Misalnya, Singapore Airlines mengumumkan bahwa beberapa penerbangannya dari Singapore ke London harus singgah di Dubai atau Mumbai untuk mengisi bahan bakar, Peta Jalur penerbangan dari dan menuju Pakistan yang diunggah di Twitter oleh perusahaan pelacak penerbangan Flightadar24 pada Rabu (27/2), menunjukan semua penerbangan telah berhenti.  

Analisis penerbangan Geoffrey Thomas mengatakan rute itu kemungkinan akan menelan biaya jutaan dolar. “Ini adalah jalur utama dan merupakan gangguan serius karena semua lalu lintas terpaksa untuk terbang lebih jauh ke selatan diatas teluk Arab,” Kata Thomas 

“Kalian tidak bisa pergi lebih jauh ke utara karena kalian akan terbang di atas Himalaya dan kalian tidak bisa melakukan itu. Kalian akan terperangkap di jalur ini.” Ketegangan antara India dan Pakistan yang telah memanas sejak pertengahan Februari meningkat pada Rabu (27/2), Ketika Pakistan menembak jatuh dua Jet India di atas wilayah perbatasan Kashmir yang disengketakan. 

Konfrontasi itu terjadi sehari setelah India mengatakan pihaknya meluncurkan serangan udara di wilayah Pakistan, gempuran pertama sejak perang India-Pakistan tahun 1971. India mengonfirmasi satu pesawatnya hilang dalam insiden itu.

Mereka juga mengklaim  menembak jatuh sebuah Jet Pakistan sebagai balasan. Ketegangan dua negara kembali memanas di Kashmir setelah bom bunuh diri menerjang konvoi militer India di wilayah itu pada 14 Februari lalu. Insiden itu menewaskan setidaknya 40 personel militer India.

New Delhi menuding Islamabad terlibat dalam bom bunuh diri itu, sebuah klaim yang dibantah Pakistan. Sejak itu, bentrokan militer antara kedua negara terus terjadi. Meski hidup bertetangga, relasi India dan Pakistan selalu terganjal konflik.

Sejak merdekadari Inggris, Kashmir dibagi dua menjadi wilayah untuk India dan Pakistan. Kedua negara kemudian bertarung untuk memperebutkan keseluruhan wilayah Kashmir. India dan Pakistan tercatat telah berperang sebanyak dua kali memperebutkan wilayah Kashmir, yakni pada Perang India-Pakistan pada 1999 dalam perang Kargil.

Sementara kedutaan Besar Republik Indinesia (KBRI) di Islamabad, Pakistan mengeluarkan imbauan agar warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di Paksitan untuk senantiasa waspada mengingat terjadinya eskalasi ketegangan antara India dan Pakistan di Kashmir.

“Mencermati perkembangan hubungan India-Pakistan yang akhir-akhir ini mengalami peningkatan KBRI Islamabad menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia di Pakistan untuk senatiasa waspada dan mengikuti setiap perkembangan situasi keamanan,” begitu imbauan yang dikeluarkan pihak KBRI Islamabad dalam surat edarannya, Kamis (28/2).

Pihak KBRI juga meminta WNI untuk membawa identitas dan menghindari kerumunan dan menghindari kerumunan masyarakat dan tempat tempat yang dianggap tidak aman. WNI juga diimbau untuk meningkatkan komunitas dan interakasi dengan sesama WNI lainnya.

KBRI juga meminta kepada WNI untuk segera menghubungi KBRI  jika mendapatkan atau mengalami hal-hal yang tidak dikehendaki. “WNI bisa menghubungi KBRI  Islamabad pada Hotline +92 345-857-1989 atau telepon kantor +9251 2832017-10,” demikian imbauan yang dikeluarkan pihak KBRI Islamabad. 

Pakistan sendiri menyatakan mereka telah melakukan serangan udara diwilayah Kashmir yang dikuasai India, ini adalah serangan balasan, atas serangan udara yang dilancarkan India di wilayah Pakistan,” kata kementrian Luar Negeri Pakistan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters. 

Kementrian Luar Negeri Pakistan kemudian menuturkan, India sempat merespon serangan tersebut. “sebagai respon Jet India memasuki Pakistan, dimana dua Jet ditembak jatuh, dengan satu pilot ditangkap,” Sambungnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerka Serikat (AS), Mike Pompeo meminta India dan Pakistan untuk menahan diri. seruan ini datang ditengah meningkatnya ketegangan antar kedua negara yag memiliki senjata nuklir.

“Kami mendorong India dan Pakistan untuk menahan diri, dan menghindari eskalasi dengan cara apa pun,” kata Pompeo pasca melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri kedua Negara. 

Pompeo mengatakan, dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mehmood Qureshi, dia menekankan prioritas megurangi ketegangan saat ini dengan menghindari aksi militer.

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 1 Maret 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar