Ribuan Warga Pulau Sebesi Dievakuasi

474
sumber gambar : https://img-z.okeinfo.net

Gunung Anak Krakatau yang terus erupsi membuat ribuan warga Pulau Sebesi dan Sbuku dievakuasi itu mengau, sejak akhir pekan kemarin debu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau menyelimuti pulau. Suara letusan Gunung Anak Krakatau pun terus menggelar sepanjnag hari.

“Sekarang debu menyelimuti pulau. Dan suaru letusannya semakin kuat. Karenanya kita minta di evakuasi, khawatir dengan aktivitas gunung,” kata Suganda salah seorang warga pulau Sebesi yang di evakuasi pada Rabu (26/12).

Tidak hanya debu dan suara letusan yang terus menggelegar. Abdul Raham warga lainnya mengaku setiap kali ada suara letusan selalu diikuti dengan kilatan yang menakutkan. Kejadian seperti itu, imbuhnya, sebelumnya tidak jarang terjadi, meski aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat.

“Kondisinya sangat mencekam. Debu mulai menyelimuti pulau Sebesi. Suara gelegar letusan juga sangat kuat.” kata diam.

Kondisi aktivitas GAK yang mengkhawatirkan itulah membuat warga pulau meminta untuk di evakuasi ke darat. Ribuan warga pulau Sebesi dan Sebuku sudah diangkut menggunakan KMP Jatra III, KM Trisula dan KM Sabuk Nusantara dan tiba di Bakauheni, Rabu (26/12), KMP Jatra III yang membawa sekitar 1000 warga Sebesi dan Sebeku tiba di dermaga 5 pelabuhan Bakauheni pada sekitar pukul 11.45 WIB. 

Warga disambut langsung oleh Plt Bupati Lampung Selatan. Nanang Ermanto dan Sekretaris Daerah Fredy SM. Beberapa warga yang dievakuasi sakit langsung di bawa ke Puskesmas Rawat Inap Bakauheni, Lampung Selatan.

Sementara Badan Metreologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG menginfromasikan bahwa abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai menyebar ke arah barat dan barat daya. “Terlihat adanya pola sebaran debu vulkanik dengan arah penggerakan menuju barat daya dan barat,” tulis akun Twitter resmi BMKG pada Rabu, 26 Desember 2018. BMKG jua menginformasikan bahwa sebaran abu vulkanik mencapai ketinggian sekiatr 10 kilometer.

Seorang warga Cilegon, Indra Bayu mengatakan hujan abu vulkanik benar sudah dirasakan warga sejak sore hari. Abu vulkanik bisa tampak terlihat jelas menutupi kaca kendaraan. Meski tidak terlalu tebal, Bayu menyebut abu tersebut cukup mengganggu aktivitas. “Lumayan bikin perih mata,” kata dia kepada Tempo. Lokasinya berada di Kelurahan Ciwedus, Cilegon.

Berkaitan dengan itu, BMKG mneyarankan bagi warga yang beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan kaca mata dan masker. “Jangan lupa selalu menggunakan masker dan kacamata jika hendak keluar rumah,” tulis BMKG.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Windi Cahya Untung mengatakan, asap kawah bertekanan kuat teramati berwarna hitam “Intensitas tebal dan tinggi 200-500 meter di atas puncak kawah. Teramati semburan awan panas kearah selatan yang sudah mencapai lautan,” ujar Windi, Rabu (26/12).

Ia juga melanjutkan, Anak Gunung Krakatau juga masih menunjukan aktivitas dan mengeluarkan dentuman suara keras. Dari pengamatan meteorologi, Windi melancatat cuaca sekiat anak Gunung Krakatau mendung dan turun hujan disertai angin bertiu lemah ke arah utara dan timur laut.

“Suhu udara 24 sampai 27 derajar dan kelembaban udara 88 sampai 90 persen,” lanjut dia.

Berdasarkan laporan tersebut, anak Gunung Krakatu menunjukan Level II atas waspada. (Asep Sapudin Sayyev)

Sumber; Koran Jurnal Bogor, edisi 26 Desember 2018

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here