Satu Rumah Rata Dengan Tanah

157
sumber gambar: https://nos.wjv-1.neo.id

Satu rumah dengan 2 Kepala Keluarga (KK) yakni Kokom (49) dan Ramadani (39) berikut kedua anaknya berhasil menyelamatkan dari setelah bangunan rumahnya porak-poranda rata dengan tanah akibat diterjang longsor di Kmapung Cilame, RT 01 dan RT 02, RW 12, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg.

“Sebelum kejadian pemilik rumah disarankan untuk keluar mengamankan diri karena kondisinya semakin memburuk. Selang 5 ment pemilik rumah keluar, rumah milik Kokom lagsung ambruk,” kata warga sekitar, Utom Kepada Wartawan, kemarin.

Hujan berintensitas tinggi di wilayah Bogor barat selain tebing 30 meter terjadi longsor juga memicu pergerakan tanah di kampung Cilame sepanjnag 4 meter. “Salah satu majlis talim terancam ambruk karena posisinya berada dibibir tebing sebelum longsor terjadi puluhan KK mnegungsi ke Masjid Baiturrahim,” tutur Utom.

Selain hujan ebat juga terjadi enyumbatan drainase aliran kali Citeureup sehingga menyebabkan banjir setinggi satu meter,” Warga dengan pemerintah desa maupun dengan pihak Kecamatan melakukan upaya perbaikan saluran air yang tersumbat. “Mengingat cuaca hujan masih teradi dan melihat kondisi tebing tidak adanya pephonan sebagai penahan tanah maka berpotensi terjadinya longsor susulan, karena itu masyarakatnya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan seperti saat ini,” ucapnya.

Ia menyebutkan, longsor menggerogoti bangunan rumah permanen termasuk perabotan penting di dalam rumah milik warganya, sebagian ikut hancur tidak bisa diselamatkan sehingga kerugian mencpai kisaran 100 juta rupaih,” paparnya.

Ditempat yang sama, Kasi Pemberdayaan dan Kesehateraan Masyarakat (PKM) Kecamatan Cigudeg. Siti latifah menuturkan, kejadian pergerakan tanah di kampung Cilame pernah terhadi pada September 2018 dengan tanah retak retak. “Kejadian kali ini cukup besar, untuk itu dari sejumlah rumah yang tidak jauh dari lokasi kejadian sudah diajukan untuk di relokasi. Ada penambahan data rmah yang diajukan dengan jumlah keseluruhan sebanyak 22 KK untuk diusulkan relokasi,” kata Latifah.

Tetapi, kata Siti, wacana Maret pihak BMKG dri Bandung akan mengecek keberadaan lokasi tersebut, karena sesuai rapat forum SKPD bahwa relokasi akan dilaksanakan tahu 2020. “Setelah turun SK Bupati Bogor, kemudian akan dimusyawarah dengan dibuatnya surat pernyataan kesiapan warga untuk direlokasi. (JB-CR 3)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 18 Februari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar