Saya Akan Berjaga Ketika Kalian Sholat

165
sumber gambar: https://ichef.bbci.co.uk

Seorang pria di Manchester, Inggris, menuai pujian, lantaran menunjukan aksi solidaritas ketika penembakan di masjid Selandia Baru terjadi. Pria itu, adalah Andrew Graystone.

Andrew langsung berdiri di depan Masjid Madina, ketika penembakan di Masjid Al Noor dan Linwood Christschurch terjadi Jumat (15/3) lalu. Pria dari Levenshulme itu membawa sebuah papan dengan tulisan “Kalian adalah Temanku. Saya akan Berjaga Ketika kalian sholat,” seperti dinaisr The Guardian.

Aksi itu dilakukannya setelah mendengar penembakan yang menewaskan 50 orang itu. “Saya mengambil papan, menuliskan pesan saya, pergi ke Masjid di Barlow Road, dan beridiri di sana,” ujarnya.

Pria yang merupakan seorang penulis itu ingin memastikan setiap jamaah yang datang ke masjid merasa aman. Awalnya para jemaah terheran-heran. Mereka sempat mengira Graystone sebagai pengunjuk rasa.

Apalagi ketika Graystone menyambut merekan dengan salam yang bearti damai. Hingga akhirnya para jemaah melihat tulisan yang ada di papan. Barulah mereka menyambut Graystone dengan hangat.

Andrew terus beridir selama sholat Jumat. Graystone tak menyadari imam masjid memujinya dalam Khotbah. Selapas sholat, ratusan jemaah yang keluar langsung mengerubunginya. Kepada Graystone, mereka melontarkan pujian bahkan menyebut kemanusiaan tidak hilang dari muka bumi, ketika melihat aksi yang dilakuakn Graystone.

Dilansir BBC, penulis 57 tahun tersebut mengatakan ada dua cara untuk merespon aksi teror yang menewaskan 50 orang, dan melukai 50 jemaah lainnya itu. “Anda bisa meresponnya dengan ketakutan. Atau, anda bisa menghadapi insiden itu dengan persahatan yang anda berikan,” tegasnya.

Graystone melanjutkan, dia menerima 100.000 tanggapan dalam waktu 24 jam sejak aksi solidaritasnya menjadi viral. selain juga taggapan negatif. (Mochamad Yusuf)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 19 Maret 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar