Sebelum Jatuh, Petunjuk Kecepatan Rusak

234
Sumber gambar : https://www.matamatapolitik.com

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap data dari Flight Data Recorder (FDR) kota hitam Lior Air JT-610 yang telah berhasil diunduh. Dari FDR ini diketahui ada kerusakan pada bagian petunjuk kecepatan pesawat. Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono mengatakan, dari data FDR yang telah ditemukan diketahui ada kerusakan pada bagian petunjuk kecepatan pesawat.

“Ditemukan kerusakan pada petunjuk kecepatan di pesawat. Istilahnya air speed indicator,” kata Soerjanto di kantornya, Senin (5/11).

Dia menuturkan, kerusakan tersebut terjadi pada saat pesawat sebelum jatuh. Namun, Soerjanto belum dapat memastikan apakah hal itu menjadi penyebab jatuhnya pesawat atau bukan. “Sebelum ada data faktual, kami enggak bisa duga-duga. Kami hanya bisa bicara fakta,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sub Komite Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo menambahkan, hingga kini masih menyelidiki apakah pilot melakukan perbaikan terhadap petunjuk kecepatan pesawat sebelum take off dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pangkal Pinang.

“Tadi malam tim membuat kumpulan parameter, analisa pengajian data yang dikumpulkan, ada kerusakan dibagian air speed indicator. Bagaimana apa ada perbaikan dari pilot yang menerbangkan saat kerusakan ini terjadi atau tidak,” ucapnya.

Sementara sebanyak 137 kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Lior Air sudah resmi diterima Rumah Sakit (RS) Polri. Dari total 137 kantong jenazah tersebut dipastikan berisi 429 potongan tubuh yang kini masih proses identifikasi. “Pada prinsipnya setiap bagian tubuh mewakili individu. kami mendapatkan bagian tubuh itu sebanyak 429,” kata Kepala Laboratorium DNA Pusdokes Polri Kombes Putut Cahyo di RS Polri, Kramat Jati. Jakarta Timur, Senin (5/11).

Putut menjelaskan, 137 kantong jenazah itu datang dikirim ke RS Polri secara bertahap, pada hari pertama sebanyak 24 kantong jenazah, berikutnya 24 kantong jenazah, dan berturut-turut sebanyak 8,9,8,32 dan terakhir 33 kantong jenazah.

Ratusan potongan kantong jenazah tersebut langsung dimasukan ke freezer atau pendingin sembari menunggru proses identifikasi atau pengumpulan data ante mortem dan post mortem.

“Hari ini kami belum penerima informasi berapa kantong jenazah,” kata kepala Bidang DVI Polri Komisaris Besar Polisi Lisda Cancer di lokasi yang sama.

Sebelumnya, RS Polri sudah berhasil mengidentifikasi sebanyak 13 jenazah. Pada senin (5/11). Sebelumnya sudah ada 14 jenazah korban Lior Air yang teridentifikasi, sehingga total keseluruhan menjadi 27 jenazah. (Asep Saepudin Sayyev)

Sumber : Koran Jurnal Bogor, Edisi 6 November 2018

SHARE

Tinggalkan Komentar