Sekda Minta Disperumkim Gencar Sosialisasi Penataan Kawasan Kumuh

200
sumber gambar: https://kotabogor.go.id

Dilansir dari laman resmi Kotabogor.go.id 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat meminta Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai rencana penataan kawasan kumuh agar masyarakat memiliki pemahaman secara utuh.

Hal ini disampaikannya usai menerima kunjungan Kepala Disperumkim Jawa Barat, Dicky Saromi beserta para stafnya di Paseban Surawisesa, Balai Kota Bogor, Selasa (19/03/2019).

“Dengan pemahaman secara utuh, masyarakat tidak memiliki kekhawatiran kehilangan lahan dan tidak memiliki kekhawatiran kehilangan tempat tinggal. Justru mereka akan mendapat manfaat dan menjadi lebih nyaman. Jika tidak ditata seperti itu kawasan kumuh di Kota Bogor akan bertambah sementara luas wilayahnya tetap,” katanya.

Ade menambahkan, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sudah mencanangkan program penataan kumuh Pulo Geulis Sempur yang disinergikan dengan program naturalisasi Sungai Ciliwung yang ditujukan menjadi kawasan wisata terintegrasi.

Kepala Disperumkim Jawa Barat, Dicky Saromi menerangkan, Kota Bogor menjadi salah satu kota yang mendapatkan program penataan kawasan kumuh dari Dirjen Cipta Karya KemenPUPR.

“Tetapi penangannya baru jalanan lingkungan dan sanitasinya, belum rumahnya,” katanya.

Kedepan dirinya berharap ada kolaborasi penataan kawasan kumuh, tidak hanya jalan lingkungan dan sanitasinya saja, tetapi juga rumahnya. Penataan kawasan kumuh harus diimbangi dengan penataan administrasi pertanahan.

“Sebab, persoalan ini sering muncul di lapangan,” ujar Dicky.

Mengenai pembahasan rusunawa, Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat menyebutkan, dengan luas yang dimiliki Kota Bogo suka atau tidak hal itu menjadi pilihan bagi Pemkot Bogor dalam memecahkan permasalahan perumahan yang ada karena kondisi lahan Kota Bogor yang semakin habis dan lahan pertanian semakin tergerus.

Melihat kondisi tersebut Kepala Disperumkim Jawa Barat, Dicky Saromi menyampaikan, Kota Bogor menjadi salah satu kota yang memiliki potensial untuk melakukan pembangunan rumah susun. Rumah-rumah yang berada di kawasan kumuh apabila diatur dan dikonsolidasikan bisa di bangun menjadi twin block-block perumahan. (Humpro:rabas/indra/asti-SZ)

SHARE

Tinggalkan Komentar