Sekjen Pbb Cela Kurangnya Perhatian Pada Bahaya Penyelundupan Manusia

1037
Sumber Gambar : benarnews.org

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Rabu (27/9) mencela kurangnya
perhatian masyarakat dunia pada penyelundupan manusia, ancaman yang ia
katakan ada di mana-mana.

“Terlalu sering, penyelundup manusia beroperasi tanpa hukuman, dan
menerima sangat sedikit perhatian dibandingkan, misalnya, dengan
penyelundup narkotika. Ini harus berubah,” kata Guterres dalam pertemuan
tingkat tinggi Sidang Majelis Umum PBB mengenai kemajuan rencana aksi PBB
melawan penyelundupan manusia.

“Saya telah menyaksikan banyak gembong narkotika di penjara dan memang
demikian adanya. (Tapi) saya tak pernah melihat gembong penyelundup
manusia di dalam penjara.”

Ia mengatakan puluhan juta orang menjadi korban tenaga kerja paksa, budak
seks, perekrutan sebagai tentara bocah dan bentuk lain eksploitasi serta
pelecehan, demikian laporan Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta,
Kamis siang. “Penyelundupan manusia terjadi di sekeliling kita, dn semua
wilayah di dunia.”

“Itu mencengkeram orang yang paling lemah dan paling rentan: perempuan dan
anak perempuan, anak lelaki juga secara kejam dieksploitasi untuk seks dan
diambil organ penting mereka, anak-anak dipaksa mengemis tanpa akhir dan
lelaki dijadikan tenaga kerja brutal.”

Karena penyelundup memangsa orang yang tersisihkan dan rentan, masalah
tersebut seakan-akan terpencil dari anggota masyarakat yang lebih
beruntung, termasuk pengambil keputusan. Sebaliknya, ancaman obat tidak
sah secara khas terasa sangat dekat dan oleh karenanya mendapat
perhatian dan sumber daya dari semua pemerintah, katanya.

Dan seringkali, penyelundupan manusia saling terkait dengan ras, jenis
kelamin dan bentuk lain diskriminasi, kata Guterres.

Dalam beberapa tahun belakangan, konflik yang meningkat, kondisi tidak
aman dan ketidak-pastian ekonomi telah membawa ancaman baru berkaitan
dengan itu, katanya. “Saat jutaan anak kecil, perempuan dan laki-laki
meninggalkan negara mereka untuk mencari keselamatan, mereka menghadapi
belas kasih dari orang yang tak mengenal belas kasih. Ribuan orang telah
meninggal di laut, di gurun dan di pusat penahanan, dan di tangan
penyelundup … .”

Jaringan kejahatan telah memanfaatkan keakcauan dan kekecewaan untuk
memperluas jangkauan dan kebrutalan mereka. Kelompok teror terus berusaha
menangkap dan memperbudak perempuan, anak perempuan dan anak lelaki. Yang
lain menggunakan korban mereka untuk kerja paksa.

Memerangi penyelundupan manusia memerlukan pemanfaatan lebih luas konvensi
PBB terkait, serta kerja sama yang jauh lebih kuat di kalangan negara
anggota PBB, kata Sekretaris Jenderal PBB tersebut. “Jelas bagi saya bahwa
tanggung-jawab anda semua lah sebagai pemimpin untuk membuat penyelundupan
manusia sebagai prioritas nyata bagi kerja sama internasional.”

SHARE

Tinggalkan Komentar