Siswa Belajar Dilantai dan Bergilir

251
sumber gambar : https://sgp1.digitaloceanspaces.com

Empat hari setelah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Neglasari 05 di Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga atapnya ambruk, puluhan siswa kelas 1 dan 2 terpaksa belajar di lantai sekolah dengan kondisi berdesakan.

Tidak hanya itu, tiga kelas dan satu ruang guru yang roboh tidak bisa digunakan. Buku mata pelajaran sekolah juga ikut rusak, guru bersama siswa dan orangtua sisa bahu membahu memilah buku yang masih bisa digunakan.

Orangtua siswa, Encum menuturkan, belajar di lantai sekolah disebabkan belum ada penggantinya dengan kelas baru. Saat ini siswa belajar seadanya yakni dengan duduk di selasar gedung sekolah yang tidak roboh.

Dia berharap tiga ruang kelas dan satu ruang guru yang roboh segera di perbaiki dan Pemkab Bogor karena siswa belajar tidak teang apalagi bakal mengadapi ujian sekolah.

“Dengan kondisi seperti ini, proses belajar siswa jadi terganggu karena belajarnya bergilir dan siswa menumpuk,” keluhannya kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Sementara itu, guru SDN Neglasari 05, Dudi Setiawan mengataka, untuk sementara proses belajar agak terganggu karena kekurangan kelas. Namun agar aktivitas belajar siswa tetap berjalan, komitmen sekolah bersama pihak guru sepakat proses belajar dibagi dua shiff. “Kita bagi dua untuk kelas 1, 2 dan 4 pagi, sedangkan klas 5 dan 6 masuk siang,” tukasnya.

Dia pun menambahkan, atas kejadian itu para guru dan siswa tetap mersakan ketakua dan was-was dikhawatirkan gedung yang saat ini digunakan untuk kegiatan belajar mengajar roboh. “Para guru yang berjumlah 14 orang dan siswa 8 ini meraskan ketakuan atas kejadian kemarin. Mereka sampai saat ini merasaka was-was,” tuturnya. 

Lebih jauh Dudi menceritakan bangunan yang roboh itu dibangun sekitar 2009. Namun karna konstruksi kurang baik, akhirnya ambruk. “Beruntung juga pas kejadian tidak ada kegiatan belajar megajar jadi tidak ada korban,” pugkasnya.

Dramaga | Jurnal Bogor.       

SHARE

Tinggalkan Komentar