Taman Topi Bakal Tampil Islami

458
sumber gambar : http://2.bp.blogspot.com

Pemerintah Kota Bogor tengah merancang pra-desain kawasan Taman Topi. Jika tak ada kendala, destinasi wisata yang berlokasi di jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah tersebut bakal disulap dengan wajah baru pada 2020 mendatang.

Berdasarkan ide, ciri khas kearifan lokal budaya Sunda akan berpadu dengan sentuhan islami yang saling terintegrasi. Hal itu dikarenakan lokasi taman dengan luas 1,7 hektar itu berdampingan dengan Masjid Agung dna Stasiun Bogor.

Wali Kota Bogor, Bima Arya menginginkan desain pembangunan taman dilakukan saling terintegrasi baik secara akses fungsi meupun akses estetika. Ia juga menekankan nantinya Taman Topi tidak hanya menjadi taman biasa, tetapi taman yang memiliki konsep Islami.

Sehingga, lanjut Bima, diharapkan taman yang lokasinya dekat dengan Masjid Agung juga ‘bersih dari aktivitas lain’ dari aktivitas lain, seperti anak unk, hinga kgiatan menyimpang LGBT.

“Silahkan bereaksi dengan nuasan islami dengan tetap mempertimbangkan mobilitas masih masyarakat, mulai antisipasi PKL hingga pengguna commuter ine,” tuturnya.

Keinginan orang nomor satu di Kota Hujan itu pun diamini Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerag (Bappeda) Kota Bogor, Erna Hernawati. Dia mengatakan, pradesain yang dibat sudah bagus dan tinggal penyempurnaan, sesuai masukan dari diskusi bersama berbagai berbagai stakeholder. Termasuk soal manajemen transportasi dan sinergitas dengan Masjid Agung dna Stasiun Bogor.

Pemkot Bogor ingin ciri khas Taman Topi yang menjadi favorit semua lapisan masyarakat mulai dari anak-anak, ibu-ibu, dewasa hingga lansia, tetap ada. Sehingga tetap bisa dinikmati warga lokal maupun pelancong.

Pihak Bappeda menargetkan pada 2019 mendatang, Detail Engineering Design (DED) sudah rampung. Hal itu agar bisa segera muncul estimasi biaya yang dibutuhkan untuk revitalisasi.

“Rencana pada 2020 Insya Allah ada bantuan dari Gubernur Jawa Barat sebesar Rp5 miliar. Harapannya, warga punya destinasi baru selain Sempur yang konsepnya berbeda dari taman taman sudah ada yakni lebih islami dan lebih nyunda,” paparnya.

Tim Konsultan Taman Topi, Yudha Kartana Putra menyampaikan bahwa pradesain yang ada telah melalui tahap penelitian dengan isu utama membenahi pergerakan warga di wilayah tersebut. Mengingat ada pergerakan signifikan di Taman Topi dan stasiun.

“Kalau dari kami awalnya megambil konsep taman yang terintegrasi ruang dan waktu karena kawasan taman topi sarat dengan nilai. Kami pun mengapresiasi semua masukan untuk memodifikasi pradesain menjadi lebih baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Perwakilan PT. KAI, Sena menerangkan, pihaknya mendukung revitalisasi kawan Taman Topi. Namun, saat ini PT KAI juga sedang mencari investor untuk rencana integrasi pembangunan kawasan Taman Topi, diantaranya pembuatan Skybridge.

Hal itu dilakukan, jelas Sena, mengingat ada 120 ribu pengguna commuter line keluar masuk Stasiun Bogor setiap harinya. ” Semoga pembangunan ini bisa jadi solusi terbaik penataan kawasan,” ucapnya. (Fredy Kristianto)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 20 Desember 2018

SHARE

Tinggalkan Komentar