TNI Unjuk Kekuatan Alutsista Terbaru

4804
Sumber Gambar : jakartagreater.com

TNI mengerahkan ratusan alat utama sistem senjata, termasuk
alutsista terbaru dan modern dalam memperingati HUT Ke-72 TNI di
Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis.

Sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) terbaru dan modern
dikerahkan dalam memeriahkan Upacara Peringatan HUT TNI itu,
seperti Helikopter Apache dan Kapal Selam buatan Korsel KRI Nagapasa
403, KRI RE Martadinata dan Helly Phanter yang merupakan helikopter
antikapal selam.

Bahkan, dua unit helikopter Apache diterjunkan dalam demo udara, dengan
menembakkan senjatanya ke arah sasaran yang berada di laut.

Tak hanya itu, alutsista lainnya, seperti Tank Arisgator, MRLS Astros H MK
6 dan Meriam 155 Caesar meluncurkan roketnya ke sasaran yang dianggap
musuh.

Dalam demo udara pun, dua pesawat Sukhoi Su-27/30 dan dua pesawat F-16 A/B
sweeper left turn menuju holding point untuk melakukan Bomb Burst dan high
Speed past menggunakan flare.

Selama kurang lebih 6 menit para hadirin akan disuguhi Demo Pertempuran
Udara Air to Air atau Dog Fight antara 2 pesawat F-16 A/B dengan 2 pesawat
Su-27/30 Sukhoi.

Atraksi udara dan peluncuran roket membuat ribuan warga terpukau dan
bertepuk tangan melihat kecanggihan alutsista yang dimiliki TNI.

Dalam upacara peringatan HUT TNI, dimana Presiden Joko Widodo bertindak
sebagai Inspektur Upacara, diikuti sebanyak 5.932 prajurit pada parade dan defile.

Adapun alat utama sistem persenjataan (alutsista) demo yang dikerahkan
dari TNI AD yaitu (alusista defile) sembilan panser Anoa dan Tank M113 Al,
sepuluh Tank Marder 2A1 dan Pandur II 8X8, tiga unit Tank Arisgator,
sembilan unit Tank Leopard, sembilan unit Tank Tarantula, satu unit Panser
Pandur 105 MM, satu unit Tank Kaplan, satu unit Panser Badak.

Selain itu, sembilan unit MRLS Astros H MK 6 dan Meriam
155 Caesar, serta Meriam 155 M109BE, enam unit Meriam 105 M105, Rudal
Starstreak, dua unit Heli Colibri dan empat unit Apache AH 64-E.

Sedangkan, TNI AL terdiri dari Kapal selam Nagapasa 403, tiga unit
SEA Rider, satu unit BMP 3F, satu unit BTR4, satu unit MLRS
Sementara dari TNI AU mengerahkan & dua unit Rantis GPS Jammer,
dua unit Rantis P6 Atav, satu unit P2 Comando, satu unit Rantis Jihandak,
empat unit Truk Oerlikon, dua unit SMART Hunter.

Termasuk demonstrasi berbagai jenis pencak silat yang ada di Indonesia
yaitu Merpati Putih, Tapak Suci, Perisai Diri, Pagar Nusa, Ciung Wanara,
dan lainnya.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Wuryanto mengemukakan unjuk
kekuatan yang dilakukan oleh TNI dalam peringatan HUT
Ke-72 dengan menampilkan alat utama sistem senjata atau alutsista terbaru
dan canggih sebagai bentuk pertanggungjawaban TNI kepada Presiden dan
rakyat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk laporan dan pertanggungjawaban
TNI kepada pemerintah dan masyarakat,” kata Kepala
Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto.

Menurut Wuryanto, tema peringatan HUT Ke-72 TNI adalah Bersama Rakyat
TNI Kuat. Maknanya adalah kesadaran TNI yang bersumber dari rakyat,
berbuat dan bertindak bersama rakyat menjadi modal utama TNI di
dalam mengawal dan mengamankan kepentingan nasional menuju cita-cita
bangsa.

“Pesannya, pertama, mungkin ada prajurit-prajurit TNI yang masih
melakukan tindakan kurang terpuji, kami atas nama seluruh
prajurit TNI minta maaf dan kami berharap ada kepedulian, melaporkan jika
ada prajurit yang nakal,” kata dia.

Selain itu, pihaknya mengingatkan kepada seluruh prajurit TNI untuk
tidak melakukan tindakan melawan hukum.

“TNI tengah melawan dua agenda kriminal, yakni, korupsi dan narkoba.
Tidak ada ampun bagi prajurit TNI apabila terlibat narkoba.
Itu juga yang sedang diperangi pemerintah,” ucapnya.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan,tema HUT Ke-72 TNI
“Bersama Rakyat TNI Kuat” memiliki makna tentang
perjuangan kemerdekaan RI yang direbut oleh rakyat.

“Sejarah telah membuktikan bahwa yang merebut kemerdekaan ini
adalah rakyat, belum ada TNI,” kata Panglima TNI Jenderal Gatot
Nurmantyo di Cilegon, Banten, Selasa.

Menurut dia, TNI dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI) tidak pernah berjuang sendiri,melainkan dengan
jerih payah rakyat Indonesia.

“Kemudian perjuangan memelihara kemerdekaan tidak pernah TNI berjuang
sendiri, selalu bersama-sama dengan rakyat,” katanya.

Ia menambahkan TNI telah terbukti selama 72 tahun melaksanakan tugasnya
untuk kepentingan Indonesia dan rakyat.

“Terbukti selama 72 tahun, TNI mampu melaksanakan tugasnya demi segenap
tumpah darah persatuan dan kesatuan itu berama-sama dengan rakyat,”
ucap Jenderal bintang empat ini.

SHARE

Tinggalkan Komentar