Training of Trainers “Digital Literacy for Internet Activist”

347

Jakarta, 22-23 Januari 2019. 30 (tiga puluh) pegiat informasi dan literasi dari Aceh sampai Papua berkumpul di Jakarta mengikuti kegiatan Training of Trainers “Digital Literacy for Information Activists” yang diselenggarakan di Jakarta. Kegiatan ini merupakan kolaborasi bersama antara TikTok bersama ICT Watch – Indonesia, dengan dukungan Kementerian dn Informatika (KOMINFO), Relawan TIK dan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi. 


Bekerja sama dengan TikTok, KOMINFO, SIBERKREASI, dan RED AND WHITE CHINA.

Literasi digital merupakan isu yang saat ini menjadi perhatian para pemangku kepentingan di Indonesia. Hal ini diakibatkan angka penetrasi internet di Indonesia yang semakin meningkat dan berbanding lurus dengan peningkatan penggunaan gawai/smartphone dan media sosial.

Peningkatan ini tidak dibarengi dengan kualitas sumber daya manusia yang memadai. Indeks literasi global di Indonesia masih menempati peringkat 60 dari 61 negara. (CCSU, 2016). Kesenjangan antara perkembangan TIK dengan kesiapan SDM membuat dunia digital Indonesia rentan terhadap serbuan konten negatif.

Ancaman ini semakin meningkat seiring dengan situasi politik di Indonesia menjelang Pemilihan Presiden dan Pemilihan anggota legislatif di tahun 2019 ini, yang menjadi salah satu pemicu banyaknya hoaks dan ujaran kebencian di media sosial.

Untuk menekan dampak dari konten negatif tersebut, sekaligus mendorong terciptanya banyak konten positif di internet maka perlu keterlibatan dari berbagai pihak untuk dapat secara terus menerus mengedukasi masyarakat terkait literasi digital.

Plt, Direktur Eksekutif ICT Watch, Widuri, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pegiat informasi yang berasal dari 30 kota di Indonesia, dengan kecakapan literasi digital sebagai bekal mereka dalam melakukan kegiatan edukasi kepada masyarakat, “Selain itu, kegiatan ini juga dalam rangka turut berpartisipasi dalam peringatan Safer Internet Day 2019 yang jatuh pada tanggal 5 Februari 2019,” tambahnya.

Fasilitator dan Narasumber yang merupakan pakar di bidangnya dihadirkan untuk mengisi berbagai materi, seperti pengantar literasi digital, provasi dan keamanan di dunia digital, hoaks dan penanggulangannya, kebijakan di era digital, serta pembuatan konten kreatif. Pelatihan ini juga disertai dengan diskusi antar peserta untuk berbagai pengalaman kondisi di daerahnya masing-masing, serta menyusun rencana aksi untuk edukasi literasi digital di masyarakat.

“Di TikTok kami berkomitmen untuk menjembatani kesenjangan digital di Indonesia bagi pengguna kami dengan menyediakan platform global yang memberdayakan mereka untuk menceritakan kisah mereka sendiri dalam 15 detik,” kata Donny Eryastha, Kepala Kebijakan Publik Indonesia, Malaysia, dan Filipina, TikTok. “Kami menyadari bahwa Indonesia memiliki komunitas yang sangat kreatif dan berbakat. Kami terus berupaya untuk memastikan bahwa platform kami menyediakan alat dan konten online terbaik bagi pembuat konten di Indonesia yang membantu mereka memperluas imajinasi mereka,” 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here