Warga Lewiliang Krisis Air Bersih

401
sumber gambar: http://images1.prokal.co

Warga Hegarsari RT 01, RW 01Desa Cibeber 1 mengeluhkan tidak adanya pasokan air bersih dari PDAM yang mengalir ke rumahnya. Bahkan, air hanya mengalir pada malam hari sampai subuh pukul 05.00. Tidak hanya dikampung Hegarsari, namun di perum BTN pun sama yakni air hanya mengalir pada malam hari saja. Kondisi ini membuat warga di wilayah Lewiliang harus begadang. 

“Kondisi air mati sudah lama, dan capek perlu menampung air malam hari, buat mandi ada, tapi cuci piring sama masak tidak ada,” kata warga Hegarsari Siti Rahayu kepada Jurnal Bogor kemarin.

Dia juga mengatakan, dirinya pun sampai beli masakan di luar akibat tidak bisa memesak karena air kosong. Bahkan, harus menampung air hujan untuk keperluan yang lain, seharusnya kondisi ini perlu segera di tindak lanjuti. “Padahal bayar tiap bulan, mending ada airnya ini mati terus setiap harinya, dan malam harus begadang menunggu air,” kata Siti.

Lebih lanjut dia menuturkan, dirinya pun sudah pernah mendatangi kantor PDAM untuk melaporkan air mati tapi belum ada tindakan apapun dari petugasnya. “Sudah pernah lapor ke PDAM, tapi tindakannya belum ada. Hari ini saja saya air sudah habis buat mandi, untuk mencuci baju sudah tak kebagian,” tuturnya. 

Hal senada diungkapkan Plt Kadis Lewiliang Ivan Pramuda bahwa aliran air bersih di Desa Lewiliang pun kadang ada, bahkan tak ada. “Dua hari kemarin tak ada air yang mengalir,” kata Ivan.

Sementara itu, bagian teknik PDAM wilayah Lewiliang Tolib mengaku, wilayah Hegarsari kemungkinan mengalami gangguan di lapangan yang belum terdeteksi dan akan ditindaklanjuti. 

“Kalau masalah debit cuku, cuma kita kalau ada kebocoran apa-apa tidak langsung terdeteksi, dan kita mengolah dari sungai Cianten, dan Cileduk Barengkok, ada dua lokasi pengolahan,” pungkasnya. Sebenarnya warga Perum BTN sempat demo ke kantor cabang PDAM di Lewiliang mengenai kelugan ini.

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 13 Februari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar